Kompas.com - 27/09/2018, 21:54 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com - Otoritas keamanan Lebanon telah menahan seorang pengungsi Palestina yang diduga terlibat dengan kelompok teroris ISIS dalam melancarkan dua aksi teror racun.

Melansir dari AFP, pengungsi Palestina tersebut, yang berusia 20-an tahun, mengaku memiliki hubungan dengan seorang anggota ISIS di Suriah.

"Dia mendapat tugas untuk membuat bahan peledak dan meramu racun," kata kepala pasukan keamanan Lebanon dalam pernyataannya, Kamis (27/9/2018).

Ditambahkannya, tersangka telah meracik sejumlah racun mematikan bersama dengan seorang rekannya yang tinggal di negara asing untuk dua aksi teror yang berbeda.

Baca juga: Empat Perekrut Anggota ISIS Dijatuhi Hukuman Penjara hingga 7 tahun

"Pertama adalah meracuni salah satu tangi air dari mana truk Lebanon mendapat pasokan air setiap harinya untuk kemudian dibawa ke barak tentara."

"Sedangkan teror kedua yakni menimbulkan keracunan massal di sebuah negara asing melalui makanan beracun selama masa liburan," lanjut pernyataan itu.

Setelah ditahan, tersangka asal Palestina itu telah dirujuk ke otoritas peradilan yang bersangkutan, sementara pihak berwenang masih mencari rekan tersangka yang turut terlibat.

Lebanon telah terdampak oleh perang sipil yang terjadi di negara tetangganya, Suriah, yang meletus sejak Maret 2011.

Pasukan keamanan di negara itu telah berulang kali menahan orang-orang yang dicurigai sebagai anggota ISIS.

Mereka yang ditahan biasanya akan diadili oleh pengadilan militer, namun pelaksanaan persidangan kerap tertunda dan berlarut-larut karena banyaknya kasus.

Lebanon juga menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran aksi teror bom bunuh diri yang diklaim dilakukan ISIS.

Kelompok ekstremis pada Agustus 2017 lalu telah melancarkan evakuasi di wilayah perbatasan Lebanon dengan Suriah di bawah kesepakatan untuk mengakhiri tiga tahun kehadiran kelompok tersebut di sana.

Baca juga: ISIS Rilis Video Tiga Pria yang Diklaim Serang Parade Militer Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.