Kompas.com - 06/09/2018, 08:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di Manchester, New Hampshire, AS, Senin (19/3/2018). AFP/MANDEL NGANPresiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di Manchester, New Hampshire, AS, Senin (19/3/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah pernah berencana untuk membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dalam buku terbaru karya jurnalis ternama Bob Woodward berjudul Fear: Trump in the White House mengungkap klaim bahwa Trump memerintahkan pembunuhan terhadap Assad.

"Itu bahkan tidak pernah terpikirkan," katanya kepada jurnalis di Gedung Putih, saat dia bertemu dengan emir Kuwait, Rabu (5/9/2018).

"Buku itu tidak ada artinya. Ini adalah karya fiksi," ucapnya.

Baca juga: Selain Ingin Bunuh Presiden Suriah, Buku Terbaru Ungkap Rahasia Trump

AFP mewartakan, pada buku tersebut, Woodward menceritakan perihal Trump yang berbicara kepada Menteri Pertahanan Jim Mattis tentang keinginannya untuk membunuh Assad.

Percakapan itu muncul usai pemimpin Suriah itu melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil pada April 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mari kita bunuh dia. Mari kita bunuh mereka," tulis Woodward mengutip Trump.

Dia menulis, Mattis menjawab perintah presiden dengan mengatakan akan "segera" melakukannya, tetapi kemudian kembali dengan rencana untuk serangan udara yang lebih terbatas dan tidak mengancam Assad secara personal.

Menanggapi munculnya buku karya Woodward,Trump bertanya-tanya mengapa Kongres tidak mengubah undang-undang tentang pencemaran nama baik.

Kemudian, pendukung Trump dan Gedung Putih menyebut buku tersebut berisi cerita yang dibuat-buat.

Terkait Suriah, sebelumnya dia memperingatkan agar pasukan Suriah dan sekutunya untuk tidak melakukan serangan di provinsi Idlib, wilayah terakhir yang dikuasai oleh pemberontak.

Baca juga: Erdogan Peringatkan Hujan Rudal di Idlib Bisa Jadi Aksi Pembantaian

"Saya hanya mengatakan kepada Anda, mereka semoga sangat, sangat bijaksana dan berhati-hati," kata Trump merujuk pada rezim Suriah.

"Jika itu menjadi pembantaian, dunia akan menjadi sangat, sangat marah. Dan AS akan sangat marah juga," ucapnya.

Ada sekitar 3 juta warga Suriah yang kini berada di Idlib, sehingga serangan terhadap pemberontak berisiko bagi warga sipil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.