Kerusuhan di Libya, 400 Tahanan Melarikan Diri dari Penjara

Kompas.com - 03/09/2018, 09:09 WIB
Warga Libya melihat lokasi tempat jatuhnya roket setelah bentrokan antara kelompok misili, di ibu kota Tripoli, Kamis (30/8/2018). AFP / MAHMUD TURKIAWarga Libya melihat lokasi tempat jatuhnya roket setelah bentrokan antara kelompok misili, di ibu kota Tripoli, Kamis (30/8/2018).

TRIPOLI, KOMPAS.com - Sekitar 400 tahanan dilaporkan melarikan diri dari sebuah penjara di pinggiran ibu kota Libya, Minggu (2/9/2018), menyusul kerusuhan mematikan yang terjadi di Tripoli selama sepekan terakhir.

Pernyataan kepolisian menyebut para tahanan telah membuka pintu tahanan secara paksa dan melarikan diri, di tengah pertempuran antara kelompok milisi yang terjadi di dekat penjara Ain Zara di Tripoli.

"Para penjaga mengetahui hal tersebut namun tidak dapat mencegah para tahanan melarikan diri karena khawatir akan keselamatan nyawa mereka," tulis pernyataan kepolisian, dilansir AFP.

Baca juga: Rusia Diminta Libya dan Yaman Bantu Selesaikan Konflik

Penjara Ain Zara menahan para narapidana yang mendukung mantan diktator Moammar Gadhafi, yang digulingkan dan terbunuh pada 2011, selain juga sejumlah tahanan kejahatan umum lainnya.

Ibu kota Tripoli tengah dilanda kerusuhan setelah kelompok milisi bersenjata yang datang dari wilayah selatan Libya bentrok dengan kelompok milisi pendukung pemerintahan yang diakui internasional (GNA), sejak Senin (27/8/2018).

Kementerian Kesehatan menyebut setidaknya 39 orang telah tewas, termasuk warga sipil, dan sektar 100 orang cedera akibat bentrokan.

Pada Minggu (2/9/2018), serangan roket menghantam kamp penampungan warga telantar di Tripoli, menyebabkan setidaknya dua orang tewas dan lima luka-luka.

Kamp tersebut menjadi rumah bagi ratusan penduduk yang terusir dari kota Taourga setelah dianggap sebagai mendukung Gadhafi.

"Setelah serangan, sebagian besar keluarga pengungsi kini telah meninggalkan kamp karena khawatir akan ada lebih banyak roket yang jatuh ke kamp," kata Khaled Omrane, seorang warga kamp.

Pemerintah Persatuan Nasional (GNA) pada Minggu (2/9/2018) telah menyatakan keadaan darurat untuk ibu kota Libya dan sekitarnya.

Baca juga: Militer Libya Minta Bantuan Inggris untuk Beri Pelatihan Anti-teror

GNA menggambarkan bentrokan yang terjadi di Tripoli sebagai upaya untuk menggagalkan transisi politik damai di negara itu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan penggunaan kekuatan secara tanpa pandang bulu telah melanggar hukum dan hak asasi manusia internasional.

Pihaknya turut menyerukan kepada semua pihak untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X