Rusia Diminta Libya dan Yaman Bantu Selesaikan Konflik

Kompas.com - 09/08/2018, 16:34 WIB
Pasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018). AFP / NABIL HASSANPasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018).

TRIPOLI, KOMPAS.com - Pemimpin pergerakan militer yang ada di Libya dan Yaman dilaporkan meminta Rusia untuk masuk dan membantu mereka menyelesaikan konflik.

Dari Libya, permintaan itu datang dari juru bicara Tentara Nasional Libya yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar.

Dilansir Newsweek Rabu (8/8/2018), Brigjen Ahmed al-Mesmari berujar Libya dan Rusia menjalin hubungan militer kuat saat era mendiang Muammar Gaddafi.

Baca juga: Militer Libya Minta Bantuan Inggris untuk Beri Pelatihan Anti-teror


Hubungan itu pupus setelah Gaddafi digulingkan dalam sebuah pemberontakan, dan tewas ketika konvoinya diserang jet tempur.

Saat ini, Libya terbagi atas dua faksi yakni pemerintahan Haftar di Tobruk, dan pemerintahan Perjanjian Nasional di Tripoli yang disokong PBB.

Mesmari menjelaskan, Tentara Nasional Libya dipersenjatai dengan senjata buatan Rusia, dan mengalami indoktrinasi dari Timur.

"Karena itu, Libya butuh mereka (Rusia) untuk mengendalikan situasi di saat teror terus terjadi," beber Mesmari.

Dia melanjutkan permintaan itu datang setelah melihat Rusia membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad merebut wilayahnya yang sempat dikuasai pemberontak.

Pada awal 2017, Assad hanya menguasai sekitar 17 persen wilayah Suriah. Namun saat ini dia dilaporkan merebut dua per tiga.

Mesmari mengatakan Negeri "Beruang Merah" telah berperan aktif dalam mengatasi teror yang ada di kawasan Timur Tengah.

" Konflik Libya membutuhkan keterlibatan Rusia dan Presiden Vladimir Putin untuk mengusir aktor seperti Turki, Qatar, maupun Italia," tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X