Kompas.com - 03/09/2018, 07:07 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Sebuah ledakan yang diyakini berasal dari bom kembali terjadi di Filipina. Kali ini satu orang dilaporkan tewas.

Ledakan yang terjadi pada Minggu (2/9/2018), menghancurkan sebuah warung internet di Isulan, Filipina selatan. Sebanyak 15 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Insiden ledakan kali ini menjadi yang kedua terjadi di Filipina dalam satu bulan terakhir.

Sebelumnya pada 28 Agustus, ledakan bom juga terjadi di tengah festival jalanan dan menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam ledakan kali ini, namun otoritas keamanan mengarahkan tuduhannya kepada kelompok militan Filipina yang terkait ISIS, Bangsamoro Islamic Islamic Fight Fighters (BIFF).

Baca juga: Ledakan Bom saat Festival Jalanan di Filipina, Satu Orang Tewas

"Kami meyakini BIFF adalah pihak yang bertanggung jawab. Kelompok ini muncul untuk menabur kekacauan," kata Jenderal Angkatan Darat Filipina, Cirilito Sobejana, kepada AFP.

Sementara Kantor Wali Kota Isulan melaporkan di antara korban luka akibat ledakan kali ini, empat orang berada dalam kondisi kritis.

Teror ledakan bom di Filipina kali ini menjadi aksi kekerasan terbaru yang terjadi di wilayah selatan kepulauan dengan mayoritas warga penganut Katolik dan kelompok militan Islam menentang pemerintah telah muncul dalam satu dekade terakhir.

Serangkaian ledakan tersebut terjadi menyusul langkah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte yang memberlakukan undang-undang otonomi yang lebih besar bagi minoritas Muslim di selatan yang diharapkan dapat membantu mengakhiri konflik.

Namun pihak berwenang menyatakan kekhawatiran akan undang-undang tersebut justru mendorong sejumlah kelompok militan untuk melancarkan serangan dalam upaya menggagalkan proses perdamaian.

Beberapa kelompok bersenjata telah aktif melawan pasukan pemerintah di Filipina selatan, di mana pemberontakan telah berlangsung selama beberapa dekade dan menewaskan lebih dari 100.000 jiwa.

Presiden Duterte menempatkan wilayah Filipina selatan di bawah kekuasaan militer hingga akhir tahun ini setelah militan pendukung ISIS menguasai kota Marawi tahun lalu.

Baca juga: Duterte: Filipina Sebaiknya Diperintah Diktator seperti Marcos

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.