Kompas.com - 31/08/2018, 17:14 WIB
|

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, korupsi dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang sudah begitu parah di negeri itu.

Sehingga, ujar Duterte, jika tidak lagi memerintah sebaiknya Filipina diperintah seorang diktator seperti mendiang Ferdinand Marcos.

Dalam pidatonya pada Kamis (30/8/2018), Duterte mengulangi niatnya untuk lengser sebelum masa jabatannya habis pada 2022.

Baca juga: Duterte: Selama Ada Wanita Cantik, Maka Bakal Banyak Perkosaan

Namun, dia merasa ragu menyerahkan tongkat kekuasaan kepada wakil presiden Leni Robredo yang dipilih secara terpisah dan bukan merupakan pasangan saat mencalonkan diri.

Selama ini, Robredo menjadi salah satu penentang keras kebijakan perang melawan narkoba yang dikobarkan Duterte.

Sementara, Duterte mengatakan, akan terjadi kekacauan jika pemberantasan narkoba ini dihentikan dan Filipina hanya bisa berada di jalurnya jika dikendalikan seorang diktator.

"Kalian sebaiknya memilih seorang diktator seperti Marcos, itu pendapat saya. Secara konstitusi, seharusnya Robredo (menjadi presiden). Tetapi dia tidak akan mampu," ujar Duterte.

Duterte yang tidak menutupi kekagumannya terhadap Marcos memicu kontroversi, apalagi banyak warga Filpina yang masih mengingat brutalnya pemerintahan sang diktator yang digulingkan pada 1986.

Selama dua dekade Marcos berkuasa, ribuan orang ditangkap, disiksa, dibunuh atau menghilang di bawah undang-undang darurat yang diberlakukan pada 1970-an.

Apalagi kini keluarga Marcos masih cukup berpengaruh di dunia politik. Sebut saya sang janda, Imelda Marcos yang kini menjadi anggota Kongres.

Putra Marcos, Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong juga pernah menjadi senator dan kalah dari Robredo dalam pemilihan wakil presiden pada 2016.

Baca juga: Duterte kepada AS: Filipina Tidak Butuh F-16

Sementara putri sang diktator, Imee Marcos (62) kini menjabat sebagai gubernur provinsi Illocos Norte.

Imee bahkan kemungkinan besar akan mencalonkan diri sebagai anggota senat tahun depan. Dia juga kerap terlihat dalam berbagai acara yang dihadiri Duterte meski tak memiliki jabatan dalam pemerintahan Duterte.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.