Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/08/2018, 14:32 WIB

DUBLIN, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus memilih tak menanggapi tuduhan bahwa dia mendiamkan adanya kasus pelecehan seksual.

Pernyataan tersebut dia sampaikan sesaat sebelum menaiki pesawat menuju Roma selepas melakukan kunjungan dua hari ke Irlandia.

Dilansir Reuters via Channel News Asia Senin (27/8/2018), Paus berkata dia sudah membaca dokumen kritik dari Uskup Agung Carlo Mari Vigano.

Baca juga: Dituduh Diamkan Pelecehan Seksual, Paus Fransiskus Diminta Mundur

"Saya berkata kepada Anda (wartawan) dan semua yang mungkin tertarik: baca dokumen itu dengan saksama dan silakan nilai sendiri," ujar Paus Fransiskus.

"Saya tidak akan berkomentar. Saya kira pernyataan itu bakal menunjukkan sifatnya. Anda punya kemampuan jurnalistik untuk mengambil kesimpulan," lanjut paus 81 tahun itu.

Sebelumnya, Vigano meminta Paus asal Argentina itu mengundurkan diri setelah dia dianggap mendiamkan sebuah kasus pelecehan seksual.

Kasus tersebut menimpa Kardinal Theodore McCarrick, mantan Uskup Agung Washington, Amerika Serikat (AS).

Mantan Utusan Vatikan untuk Washington berkata, McCarrick sempat mendapat sanksi di era Paus Benediktus XVI.

Sebabnya, terdapat laporan bahwa McCarrick telah melecehkan siswa seminari dan koleganya. Namun, sanksi tersebut dicabut saat Fransiskus menjabat.

Vigano berujar, dia berusaha menjelaskan soal laporan negatif maupun sanksi yang dijatuhkan Benediktus kepada McCarrick.

Namun, Fransiskus memutuskan mengangkat McCarrick sebagai penasihat kepercayaannya. Dalam laporan setebal 11 halaman, Vigano meminta Paus mengakui kesalahannya.

"Saya meminta agar Paus Fransiskus yang pertama mengundurkan diri dari kalangan kardinal yang melindungi skandal McCarrick," kata Vigano.

Baca juga: Korban Pelecehan Seksual di Chile Penuhi Undangan Paus Fransiskus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.