Belasan Beruang Cokelat Teror Warga Kota di Romania

Kompas.com - 10/08/2018, 11:56 WIB
Beruang cokelat. ThinkstockBeruang cokelat.
|

BUKAREST, KOMPAS.com - Warga sebuah kota di wilayah Transilvania, Romania kini merasa ketakutan karena invasi beruang yang menyeang warga setempat dan para wisatawan.

Belasan ekor beruang yang hidup di kawasan hutan di pegunungan sekitar kota wisata Baile Tusnad di Harghita belakangan sering terlihat berkeliaran di jalanan kota pada malam hari dan mengaduk-aduk tempat sampah.

Beruang-beruang ini juga menjadi tertuduh atas serangan terhadap sapi dan domba milik warga.

Namun, aparat keamanan baru turun tangan setelah muncul kabar beruang-beruang itu mulai menyerang manusia.


Baca juga: Beri Makan Beruang Liar, Seorang Pria di Colorado Didenda Rp 14 Juta

Pada akhir pekan lalu, dua orang pria berusia 20-an mengalami luka parah akibat serangan seekor beruang betina yang melindungi anaknya.

Kejadian tersebut, menurut harian Romanian Insider, terjadi di pusat kota Baile Tusnad.

Kedua pria itu sedang berjalan menuju ke stasiun kereta api saat diserang beruang mengakibatkan mereka terluka di kaki, dada, dan wajah.

Pada Juli lalu, seorang siswa sekolah musim panas di kota itu juga terluka cukup parah setelah diserang beruang di jalanan kota.

Insiden lain adalah saat seekor beruang berhasil masuk ke sebuah panti asuhan di malam hari dan mencuri makanan dari lemari es.

Beruntung tidak ada satu pun penghuni panti asuhan yang terluka.

Tahun lalu seorang warga setempat mengatakan, seekor beruang masuk ke dalam rumah seorang perempuan tua dan menghabiskan kue panekuk di atas meja makan.

"Beruang itu tidak menyerangnya. Dia hanya menginginkan panekuk," kata warga itu kepada BBC.

Setelah deretan insiden itu, presiden dewan daerah Harghita Borboly Csaba meminta pemerintah untuk menyetujui usulan relokasi beruang dari kawasan di sekitar kota itu.

Csaba berargumen jika tidak dipindahkan maka potensi beruang-beruang itu menyerang lebih banyak orang semakin terbuka.

Romania menjadi rumah bagi 60 persen populasi beruang cokelat di Eropa atau sekitar 6.000 ekor. Dan, seperempat dari jumlah itu tinggal di pegunungan wilayah Harghita.

Beruang memang manjadi daya tarik turis yang datang ke wilayah ini. Namun, pada dasarnya beruang adalah hewan berbahaya.

Hewan seberat 300 kilogram dan jika berdiri bisa memiliki ukuran lebih dari dua meter itu sudah meneror Harghita dan wilayah tetangganya, Prahova sejak awal 2017.

Kondisi ini membuat warga resah dan memicu beberapa kali aksi unjuk rasa setelah setidaknya terjadi tujuh kali serangan beruang.

Baca juga: Beruang Cokelat Rusak Pemakaman dan Santap 20 Jenazah

Bulan lalu, ratusan orang berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup Romania di ibu kota Bukarest.

Mereka menuntut agar pemerintah mengiinkan mereka membunuh beruang sebagai bentuk pembelaan diri. Pemerintah merespon dan mengizinkan pembunuhan 140 ekor beruang.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Mirror
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X