Eksekusinya Kembali Ditunda, Terpidana Mati Ini Justru Kesal

Kompas.com - 09/08/2018, 22:38 WIB
Scott Raymond Dozier (47) dijatuhi hukuman mati pada 2007 lalu atas kasus pembunuhan terkait narkoba.THE NEW YORK POST / THE ASSOCIATED PRESS Scott Raymond Dozier (47) dijatuhi hukuman mati pada 2007 lalu atas kasus pembunuhan terkait narkoba.

LAS VEGAS, KOMPAS.com - Seorang terpidana mati di Nevada mengungkapkan kekesalannya setelah eksekusi hukumannya ditunda untuk kali kedua.

Scott Raymond Dozier (47), dijatuhi hukuman mati pada 2007 atas kasus kejahatan pembunuhan terkait narkoba yang terjadi pada 2002 di Phoenix dan Las Vegas.

Namun pada Juli lalu, saat akan dilakukan eksekusi suntik mati, setelah sempat ditunda pada pelaksanaan pertama, hakim di Las Vegas kembali memerintahkan penundaan, beberapa jam menjelang eksekusi.

Dozier merasa, perseturuan hukum atas telah menyebabkan siksaan bagi dirinya dan keluarganya. Dia pun meminta agar negara segera melaksanakan eksekusi hukumannya.

"Negara harus menyelesaikannya, cukup lakukan secara efektif dan berhenti memperdebatkannya," kata Dozier kepada The Associated Press, seperti dilansir New York Post, Rabu (8/8/2018).

Baca juga: 100 Tahun Berselang, Eksekusi Tsar Nicholas II Masih Sisakan Misteri

"Saya ingin benar-benar jelas tentang hal ini. Ini adalah permintaan saya. Mereka harus berhenti menghukum saya dan keluarga saya dengan ketidakmampuan mereka untuk melaksanakan eksekusi," tambahnya melalui sambungan telepon dari dalam Penjara Negara Ely.

Hukum negara bagian Nevada memerintahkan pelaksanaan eksekusi mati dengan suntikan mematikan. Tetapi sejumlah perusahaan farmasi nasional telah menolak obat-obatan mereka digunakan dalam eksekusi.

Petugas penjara ingin menjadwal ulang eksekusi Dozier untuk pertengahan November mendatang dan meminta Mahkamah Agung Nevada untuk segera membuat keputusan.

Dozier menyebut perseteruan atas takdirnya sebagai "pusaran" hukum.

Dia mengatakan ingin melalui hukuman dengan suntikan mematikan dan tidak peduli jika dia merasa sakit.

"Saya bahkan tidak benar-benar ingin mati. Tetapi saya lebih baik mati daripada menghabiskan hidup saya di penjara," kata Dozier.

Dozier mengatakan dirinya tidak menentang keputusan hukumannya, namun dia membantah tuduhan yang didakwakan padanya.

"Sebagai catatan, saya menegaskan bahwa saya tidak bersalah. Tetapi saya tidak akan menjadi pria yang hanya mengeluh di penjara bahwa ini adalah ketidakadilan. Semua sudah berakhir. Saya sudah memiliki kesempatan saya," ujarnya.

Baca juga: Thailand Kembali Lakukan Eksekusi Hukuman Mati setelah Sembilan Tahun


Terkini Lainnya

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional

Close Ads X