Thailand Kembali Lakukan Eksekusi Hukuman Mati setelah Sembilan Tahun

Kompas.com - 19/06/2018, 16:35 WIB
Ilustrasi eksekusi suntik mati. ShutterstockIlustrasi eksekusi suntik mati.

BANGKOK, KOMPAS.com - Thailand telah melakukan eksekusi hukuman mati pertama sejak 2009, pada Senin (18/6/2018).

Terpidana kasus pembunuhan sadis, Theerasak Longji (26) dieksekusi enam tahun usai dijatuhi hukuman mati.

Keputusan Thailand kembali memberlakukan eksekusi hukuman mati menuai kecaman dari organisasi Amnesty International.

Theerasak Longji merupakan terpidana mati untuk kasus pembunuhan dan perampokan yang terjadi pada 2012 lalu.

Korbannya adalah seorang remaja berusia 17 tahun. Theerasak terbukti bersalah telah membunuh dan merampas ponsel korban. Kasus ini sempat memicu kemarahan masyarakat Thailand.

Baca juga: Amnesty International Tawarkan Penanganan Kejahatan Narkotika di Luar Eksekusi Mati

Sebelum eksekusi mati yang dilakukan Senin kemarin, Thailand terakhir kali mengeksekusi terpidana mati pada Agustus 2009, yakni terhadap dua pelaku perdagangan obat terlarang.

Eksekusi hukuman mati tersebut dilakukan bertepatan dengan agenda Perdana Menteri Prayut Chan O Cha yang akan melakukan perjalanan ke Inggris dan Perancis.

Hampir dipastikan kabar eksekusi hukuman mati itu akan menjadi pertanyaan dan pembahasan dalam kunjungan kali ini.

"Kami masih memiliki hukuman mati dan kami belum membatalkannya. Eksekusi yang dilakukan pada Senin (18/6/2018) sudah sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Wakil Sekretaris Kementerian Kehakiman, Tawatchai Thaikaew.

Menurut data dari Departemen Koreksi Thailand, total sebanyal 325 narapidana telah dieksekusi mati sejak tahun 1935, mayoritas oleh regu tembak.

Praktik hukuman mati dengan tembak mati terakhir dilakukan pada 11 Desember 2003. Selanjutnya hingga tahun 2009, sebanyak enam narapidana dieksekusi dengan suntik mati.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Internasional
Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Internasional
Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

Internasional
Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X