100 Tahun Berselang, Eksekusi Tsar Nicholas II Masih Sisakan Misteri

Kompas.com - 13/07/2018, 13:57 WIB
Foto yang diambil pada 1913 atau 1914 ini memperlihatkan Tsar Nicholas II bersama keluarganya. Duduk dari kiri ke kanan Marie, Ratu Alexandra, Tsar Nicholas II, Anastasia, dan Alexei di kaki ayanya. Berdiri di belakang Olga dan Tatiana.

United States Library of CongressFoto yang diambil pada 1913 atau 1914 ini memperlihatkan Tsar Nicholas II bersama keluarganya. Duduk dari kiri ke kanan Marie, Ratu Alexandra, Tsar Nicholas II, Anastasia, dan Alexei di kaki ayanya. Berdiri di belakang Olga dan Tatiana.
|

MOSKWA, KOMPAS.com - Pekan depan tepat satu abad eksekusi tsar terakhir Rusia Nicholas II sebagai buntut Revolusi Bolshevik yang merupakan awal dari berdirinya Uni Soviet.

Namun, hingga hari ini banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait kematian sang penguasa Rusia itu.

Pada Februari 1917, di saat Perang Dunia I mencapai puncaknya, moral pasukan Rusia sedang amat buruk ditambah kurangnya bahan pangan memicu kerusuhan massal di ibu kota Petrograd atau kini dikenal dengan nama St Petersburg.

Baca juga: Dokumen KGB Diyakini Ungkap Lokasi Harta Tsar Nicholas II

Kerusuhan itu terus meningkat dan melibatkan ribuan orang, ujungnya Tsar Nicholas II mengerahkan tentara untuk memadamkan revolusi.

Sayangnya, para tentara membangkang dan berbalik menentang Tsar Nicholas II yang pada dasarnya tidak begitu disukai. Alhasil pada Maret 1917, Nicholas II lengser dari tahtanya.

Lengsernya Nicholas II sekaligus menjadi akhir kekuasaan dinasti Romanov yang sudah memerintah Rusia selama 300 tahun.

Sebuah pemerintahan transisi yang rapuh mengambil alih kekosongan kekuasaan. Namun, pemerintahan baru ini dengan cepat digulingkan kaum revolusioner Bolshevik pimpinan Vladimir Ilyich Lenin sekaligus menciptakan Uni Soviet.

Kekacauan ini membuat Nicholas II mencoba mencari suaka politik ke beberapa negara Eropa, termasuk Inggris karena Raja George V masih merupakan sepupu Nicholas.

Namun, semua permintaan suaka Nicholas II ditolak. Sehingga,  Tsar Nicholas II, keluarganya, dan beberapa abdi setianya ditangkap untuk dibawa ke Siberia lalu dipindahkan ke kota Yekaterinburg.

Pada 17 Juli 1918 pagi hari, polisi Bolshevik di kota Yekaterinburg memerintahkan Tsar Nicholas II dan keluarganya pergi ke loteng rumah tempat mereka ditahan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kembalinya Lenin dari Pengasingan

Di loteng, komandan polisi rahasia Bolshevik, Yakov Yurovski mengumumkan perintah untuk mengeksekusi Nicholas II dan keluarganya.

"Nicholas terlihat terkejut dan mencoba bertanya. Yurovski hanya mengulangi perintah yang diterimanya dan tanpa ragu memerintahkan eksekusi," kata sejarawan Robert Service dalam buku "The Last of the Tsars".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X