Kompas.com - 06/08/2018, 17:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/THE STRAIT TIMES/KEVIN LIMPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) yakin pertemuan Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa kembali terjadi.

Keyakinan itu diungkapkan seorang pejabat AS anonim yang terlibat dalam pemulihan hubungan AS-Korut, seperti dilansir CNN Senin (6/8/2018).

Pejabat anonim itu mengatakannya setelah Duta Besar AS untuk Filipina, Sung Kim, menyerahkan sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong Ho.

Baca juga: Lampaui Target Produksi, Kim Jong Un Puji Pengelola Peternakan Lele

Surat tersebut diyakini merupakan balasan Trump kepada Kim, dan diberikan saat Forum Regional ASEAN di Singapura pekan lalu.

"Meski tanggal dan tempatnya belum diketahui, saya rasa pertemuan jilid dua itu bakal terjadi di akhir tahun ini," kata pejabat tersebut.

Kabar itu muncul di tengah keraguan pertemuan Trump dan Kim yang terjadi pada 12 Juni bisa memberikan hasil denuklirisasi Semenanjung Korea.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi dalam Forum ASEAN, Ri mengeluhkan ketidaksabaran Negeri "Paman Sam" dalam proses pelucutan program nuklir.

Dia merujuk kepada komentar Menlu AS, Mike Pompeo, yang meminta komunitas internasional mempertahankan sanksi PBB kepada Korut.

Pejabat itu berujar, ucapan Ri bisa menjadi taktik untuk menekan Trump jelang Pemilu Legislatif yang kemungkinan digelar November 2018 ini.

"Saya menduga Pyongyang berusaha menekan Trump agar kembali bertemu Kim, dan menegosiasikan poin denuklirisasi yang menguntungkan mereka," kata pejabat itu.

Korea Selatan (Korsel) melalui juru bicara kepresidenan Kim Eui-kyeom meminta Korut untuk mempercepat denuklirisasi.

Namun di sisi lain, Seoul juga menghendaki Washington menunjukkan usaha yang bisa disepakati kedua belah pihak.

Baca juga: Dubes AS Bawa Surat Balasan Trump kepada Kim Jong Un

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.