Kompas.com - 04/08/2018, 20:04 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) dilaporkan membawa surat balasan dari Presiden Donald Trump kepada Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Dubes AS untuk Filipina Sung Kim, yang memainkan peran sentral dalam hubungan AS-Korut, membawa surat itu ke Singapura.

Dilansir Washington Post Sabtu (4/8/2018), Kim bersama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menghadiri Forum Regional Organisasi Negara Asia Tenggara (ASEAN).

Baca juga: Trump Berharap Bisa Kembali Bertemu Kim Jong Un

"Dubes Kim memberikan surat itu kepada Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho di sela pertemuan," ujar juru bicara Kemenlu, Heather Nauert.

Surat dengan amplop putih itu diberikan setelah Ri berjabat tangan dengan Pompeo dalam sesi foto bersama di Singapura.

Nauert berujar, Pompeo sempat mengatakan kepada Ri bahwa mereka harus kembali bertemu dan melakukan pembicaraan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.AFP PHOTO/SAUL LOEB Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

"Tentu. Ada banyak pembicaraan konstruktif yang bisa kita lakukan," balas Ri dalam bahasa Inggris yang fasih, seperti ditirukan Nauert.

Dalam konferensi pers, Pompeo meminta kepada komunitas internasional untuk mempertahankan sanksi ekonomi kepada negara komunis tersebut.

Dia mendasarkan perkataannya kepada laporan PBB bahwa Korut masih mengimpor minyak secara ilegal, dan melanjutkan pembangunan rudal.

Selain itu, dalam laporan yang dirilis Wall Street Journal, Rusia menjalin joint venture perusahaan Korut, dan memberi visa kerja bagi warganya.

"Saya ingin mengingatkan kepada semuanya perlunya mendukung resolusi PBB. Ini adalah isu serius, dan kami bakal mendiskusikannya dengan Moskwa,' kata Pompeo.

"Kami berharap Rusia dan lainnya mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB sehingga proses denuklirisasi di Korut bisa terjadi," lanjutnya.

Mempertahankan tekanan kepada Pyongyang merupakan agenda utama menteri 54 tahun itu dalam lawatannya ke Asia Tenggara.

Baca juga: Korut Kembalikan Kerangka Tentara AS, Trump: Terima Kasih, Kim Jong Un

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.