AS Beri Sanksi Delapan Individu Terkait Program Senjata Kimia Suriah

Kompas.com - 27/07/2018, 14:14 WIB
Tentara Suriah memeriksa puing-puing bangunan, bagian dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah di distrik Barzeh, utara Damaskus, saat tur media yang diselenggarakan Kementerian Informasi Suriah, Sabtu (14/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. AFP PHOTO/LOUAI BESHARATentara Suriah memeriksa puing-puing bangunan, bagian dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah di distrik Barzeh, utara Damaskus, saat tur media yang diselenggarakan Kementerian Informasi Suriah, Sabtu (14/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada delapan individu yang diyakini telah memberikan bantuan kepada Suriah dalam program senjata kimia.

Selain delapan individu, sanksi AS juga jatuh pada lima entitas yang terbukti menjadi bagian penting dari jaringan pengadaan untuk membantu produksi senjata kimia Suriah.

Pemberian sanksi tersebut datang sebagai bagian dari koordinasi yang dilakukan AS dengan Perancis, yang ingin menargetkan jaringan pengadaan untuk Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah Suriah (SSRC).

Baca juga: Organisasi Pengawas Senjata Kimia Sebut Klorin Telah Digunakan di Suriah

Melansir dari AFP, menurut Departemen Keuangan AS, lembaga tersebut merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk pengembangan senjata kimia Suriah.

"Penggunaan persenjataan kimia oleh Suriah yang mengerikan, termasuk serangan terhadap wanita dan anak-anak, akan selalu tertanam dalam pikiran kita," kata Sigal Mandelker, Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Finansial, pada Rabu (25/7/2018).

"Dan hari ini, kami melanjutkan kampanye untuk menghentikan serangan kejam rezim Bashar Al-Assad dengan menargetkan jaringan pengadaan yang telah mendukung program senjata kimianya," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Perancis pada pekan lalu juga telah memperbarui sanksi pembekuan aset pada 24 entitas dan individu dari jaringan yang sama untuk menyediakan berbagai dukungan kepada SSRC.

Salah satu entitas yang menjadi sasaran sanksi oleh Departemen Keuangan AS yakni Electronics Katrangi Trading, perusahaan Lebanon yang beroperasi di Suriah, China, Mesir, dan Perancis.

Sanksi juga dijatuhkan pada Top Technologies SARL, yang berbasis di Lebanon dan bergerak di bidang ekspor dan impor komponen elektronik.

Baca juga: Pentagon: Suriah Masih Miliki Sisa Senjata Kimia



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X