Diduga Lecehkan Anak-anak, Dua Warga Perancis Ditangkap Polisi Nepal

Kompas.com - 25/07/2018, 15:25 WIB
Ilustrasi pelaku kejahatan ditahan. THINKSTOCKIlustrasi pelaku kejahatan ditahan.

KATHMANDU, KOMPAS.com - Kepolisian Nepal menahan dua orang pria warga negara Perancis yang diduga telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Kedua tersangka, masing-masing berusia 42 dan 38 tahun ditangkap di Kathmandu pada Minggu (22/7/2018), berdasarkan informasi yang menyebut keduanya telah membujuk anak-anak dengan cokelat, makanan maupun uang.

"Keduanya ditahan setelah sempat kami ikuti selama beberapa hari," kata juru bicara kepolisian, Krishna Hari Sharma kepada AFP, Selasa (24/7/2018).

Ditambahkannya, sejauh ini sudah ada delapan orang yang melapor menjadi korban kedua pria tersebut. Mereka berusia antara 10 hingga 14 tahun.

Baca juga: Paedofil Asal Inggris Akui 71 Dakwaan Pelecehan Anak di Malaysia

Laporan polisi menyebutkan, berdasarkan hasil investigasi salah satu dari tersangka sebelumnya pernah didakwa di Perancis atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan kepemilikan gambar pelecehan anak.

"Kedua tersangka telah ditahan pihak kepolisian atas tuduhan tindak pedofilia sementara penyelidikan terus dilanjutkan," kata Sharma.

Catatan yang didapat polisi menunjukkan jika keduanya telah kali kedua berkunjung ke Nepal dan telah berada di negara itu selama beberapa bulan.

Hukum di Nepal mengancam tindak pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dengan hukuman hingga 15 tahun penjara.

Namun diduga karena penegakan hukum yang lemah menjadikan Nepal sebagai salah satu negara dengan laporan tindak kejahatan seksual terhadap anak yang cukup tinggi.

Pekan sebelumnya, seorang pria asal Swiss ditangkap karena diduga telah melecehkan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun.

Seorang mantan pejabat PBB Peter Dalglish juga saat ini sedang diadili di Nepal atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Pada Desember 2010, pekerja amal asal Perancis Jean-Jacques Haye dihukum karena memperkosa 10 anak di panti asuhan Kathmandu.

Baca juga: Guru Pedofil di Rusia Bebas dari Sanksi Penjara Usai Nikahi Korban



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X