Balon Bayi Raksasa Bikin Trump Merasa Tak Diinginkan di London - Kompas.com

Balon Bayi Raksasa Bikin Trump Merasa Tak Diinginkan di London

Kompas.com - 13/07/2018, 21:28 WIB
Warga London beserta para aktivis mengabadikan balon bayi Trump raksasa saat diterbangkan di tengah aksi demonstrasi memprotes kunjungan Presiden AS ke Inggris, Jumat (13/7/2018).AFP / TOLGA AKMEN Warga London beserta para aktivis mengabadikan balon bayi Trump raksasa saat diterbangkan di tengah aksi demonstrasi memprotes kunjungan Presiden AS ke Inggris, Jumat (13/7/2018).

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah balon raksasa berbentuk bayi yang menyerupai Presiden AS Donald Trump diterbangkan di dekat Gedung Parlemen Inggris di London, saat dilangsungkannya aksi memprotes kunjungan pemimpin Amerika itu ke Inggris, Jumat (13/7/2018).

Balon berbentuk bayi dengan ekspresi berteriak, mengenakan popok, berambut pirang tebal dan memegang ponsel di tangan kanannya itu ditujukan sebagai olok-olok terhadap Trump.

Tak hanya balon raksasa, ribuan warga London turut turun ke jalan-jalan di kota tersebut dan menyuarakan protes terhadap kebijakan Trump.

Pengorganisasi aksi protes mengatakan, mereka berencana untuk melakukan aksi demonstrasi di sekitar 50 kota di seluruh Inggris.

Baca juga: Balon Bayi Trump Raksasa Sambut Kedatangan Presiden AS ke Inggris

"Kami mengharapkan, di mana pun Trump berada, dia akan mendengar dan melihat kekuatan opini rakyat Inggris yang menolak dirinya tidak hanya sebagai seorang pribadi, tetapi juga kebijakan dan politik yang diwakilinya," kata Asad Rehman, salah satu penyelenggara aksi protes.

Penggagas ide balon raksasa itu mengungkap jika ide awal muncul ketika mengingat komedian Jon Stewart yang pada 2016 pernah menyebut Trump sebagai "pria bayi".

Mereka pun menggelar penggalangan dana untuk mewujudkan balon raksasa tersebut hingga kemudian terkumpul dana 20.000 poundsterling (sekitar Rp 379 juta) dan digunakan untuk membuat sebuah balon bayi Trump berukuran tinggi enam meter.

"Menggambarkan Trump sebagai bayi adalah cara yang tepat untuk mengincar egonya yang rapuh dan mengejeknya adalah alasan utama kami," ujar salah satu penggagas, Matthew Bonner.

"Dia (Trump) sepertinya tidak terusik oleh kemarahan moral yang muncul dari sikap dan kebijakannya. Anda tidak bisa menggunakan akal sehat saat berhubungan dengannya, tetapi Anda masih bisa mengejeknya," tambahnya.

Sementara, Trump dalam wawancaranya dengan surat kabar Inggris, The Sun, justru mengkritik wali kota London, Sadiq Khan yang dianggap telah bersikap tak ramah kepada pemerintah AS karena menolak untuk melarang balon bayi raksasa tersebut.

"Saya pikir saat mereka mengeluarkan balon udara untuk membuat saya merasa tidak diinginkan, maka tidak ada alasan bagi saya untuk pergi ke London," kata Trump.

Baca juga: PM Inggris Theresa May Nantikan Pertemuannya dengan Trump

Selama kunjungan pertamanya ke Inggris sejak menjabat sebagai Presiden AS, Trump memang tidak dijadwalkan singgah ke ibu kota kerajaan.

Namun Trump akan bertemu Perdana Menteri Theresa May dan Ratu Elizabeth II sebelum menuju Skotlandia untuk berakhir pekan bersama istrinya, Melania.


Komentar
Close Ads X