Balon Bayi Trump Raksasa Sambut Kedatangan Presiden AS ke Inggris

Kompas.com - 12/07/2018, 22:56 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Inggris untuk kunjungan selama empat hari pada Kamis (12/7/2018). Kedatangan Trump tersebut merupakan kali pertama sejak terpilih menjadi presiden.

Selama berada di Inggris, Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Theresa May dan Ratu Elizabeth II, serta menghabiskan akhir pekan di Skotlandia.

Tak hanya ditunggu sejumlah agenda penting, kedatangan Trump ke kerajaan tersebut juga disambut sejumlah aksi protes, yang dijadwalkan bakal digelar di London pada Jumat (13/7/2018).

Baca juga: Temani Trump ke Belgia, Melania Pakai Sepatu dengan Hak 12 Cm

Sebuah aksi demonstrasi massal yang diberi nama "Bersama Melawan Trump" tersebut direncanakan digelar pada Jumat, salah satunya dengan menerbangkan sebuah balon raksasa berbentuk bayi Trump.

Balon yang menggambarkan sosok presiden AS sebagai bayi yang menangis dan mengenakan popok tersebut akan diterbangkan di samping gedung parlemen Inggris.

Sementara dalam agenda pertemuannya dengan PM May, pemerintah Inggris mengharapkan tercapainya kesepakatan perdagangan dengan AS.

"Saat kami meninggalkan Uni Eropa maka kami akan mulai memetakan program baru untuk Inggris di dunia dan aliansi global yang akan lebih kuat dari sebelumnya," kata May jelang kunjungan Trump.

May menambahkan, tidak akan ada aliansi yang lebih kuat dibandingkan dengan hubungan khusus dengan AS dan tidak ada aliansi yang lebih penting di tahun-tahun mendatang.

Tiba pada Kamis, Trump telah dijadwalkan hadir dalam acara makan malam resmi bersama para pemimpin bisnis di Blenheim Palace.

Hari berikutnya, Trump akan bertemu dengan PM May di sebuah markas pertahanan sebelum berpindah ke tempat peristirahatan perdana menteri.

Di hari yang sama, Trump akan berkunjung ke Kastil Windsor untuk bertemu dalam acara minum teh bersama Ratu Elizabeth II.

Rencana kunjungan Presiden Trump ke Inggris telah memicu kritik salah satunya dari parlemen oposisi yang mendukung petisi menuntut pembatalan kunjungan kenegaraan yang diperkirakan telah menelan anggaran keamanan hingga 10 juta poundsterling (sekitar Rp 189 miliar).

Baca juga: PM Inggris Theresa May Nantikan Pertemuannya dengan Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.