Kompas.com - 12/07/2018, 12:12 WIB
Suasana pertemuan para pemimpin anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Antara lain Presiden Perancis Emmanuel Macron (dua dari kiri), Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (tiga dari kiri), Presiden Amerika Serikat Donald Trump (empat dari kiri), dan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg (empat dari kanan) di Brussels, Belgia (11/7/2018). AFP/POOL/TATYANA ZENKOVICHSuasana pertemuan para pemimpin anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Antara lain Presiden Perancis Emmanuel Macron (dua dari kiri), Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (tiga dari kiri), Presiden Amerika Serikat Donald Trump (empat dari kiri), dan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg (empat dari kanan) di Brussels, Belgia (11/7/2018).

BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menambah sumbangan militernya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gedung Putih saat Trump menghadiri pertemuan aliansi militer negara Barat itu di Brussels, Belgia.

Awalnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menginstruksikan negara anggotanya menambah bujet pertahanan dua persen dari GDP pada 2024.

Baca juga: Kanada Siap Pimpin Misi Latihan Militer NATO di Irak

Namun, usul itu ditentang Trump. Dia menginginkan 28 anggota lainnya meningkatkan sumbangan militernya empat persen dari GDP.

Dilansir BBC Rabu (11/7/2018), pendahulu Trump sempat ingin agar anggota NATO bisa mengurangi beban pembayar pajak AS.

Namun, mereka menyampaikannya tidak dengan terang-terangan seperti yang dilakukan oleh presiden 72 tahun itu.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders menyatakan apa yang disampaikan oleh presiden dari Partai Republik itu sudah tepat.

"Presiden Trump ingin sekutunya membagi beban yang sama. Sejauh ini, dia melihat mereka belum memenuhi ekspektasi," kata Sanders.

Ketika ditanya awak media apa yang menjadi jawaban Stoltenberg kepada Trump, politisi Norwegia itu tidak menjawab spesifik.

"Namun, saat ini fokus pertama kami adalah meningkatkan bujet pertahanan NATO dua persen dari GDP. Ini yang kami lakukan," bebernya.

Halaman:


Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X