Kanada Siap Pimpin Misi Latihan Militer NATO di Irak

Kompas.com - 11/07/2018, 21:02 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kanan) saat bertemu personil militer pasukan NATO di Latvia. AFP / ILMARS ZNOTINSPerdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kanan) saat bertemu personil militer pasukan NATO di Latvia.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau secara khusus menyampaikan kesiapan negaranya untuk menjadi pemimpin dalam misi pelatihan militer NATO selama tahun pertama di Irak.

Trudeau, sebagaimana dilansir The New Arab, menyampaikan bahwa Kanada akan mengerahkan hingga 250 personil militernya, ditambah dengan helikopter, demi misi tersebut.

Disampaikan Trudeau, pada Rabu (11/7/2018), menurutnya menjadi hal yang penting untuk membantu membangun ketahanan militer negara yang dilanda konflik itu terhadap kelompok ekstremis.

"Kita harus demokrasi itu dan memperkuatnya. Melakukannya adalah sesuatu yang sangat kami yakini," kata Trudeau di sela agenda pertemuan NATO di Brussels, Belgia.

Baca juga: AS dan 18 Negara NATO Gelar Latihan Perang di Perbatasan Rusia

Dalam pertemuan antarpemimpin negara-negara NATO tersebut akan diumumkan rencana aliansi untuk meningkatkan pelatihan pasukan dan upaya membangun akademi militer di Irak dengan ratusan pelatih beroperasi di luar ibu kota Baghdad.

Misi pelatihan tersebut direncanakan berlangsung selama setidaknya dua tahun dengan tahun pertama bakal dipimpin para jenderal dari Kanada, yang juga akan mengirimkan sebagian staf untuk markas pusat.

Bersama dengan pelatih dari negara NATO lainnya, misi pelatihan tersebut direncanakan bakal dimulai pada bulan Juli ini.

Saat ini, Kanada telah memiliki sekitar 850 personil militer di Irak dengan pemerintah yang berkomitmen untuk mempertahankan pasukannya di negara tersebut hingga 2019 mendatang.

Bulan lalu, Departemen Pertahanan Kanada telah mengumumkan mengakhiri dukungan terhadap pelatihan anggota peshmerga Kurdi Irak menyusul ketegangan yang terjadi antara pasukan pemerintah dengan kelompok Kurdi di utara negara itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengkritik sekutu NATO lainnya yang dianggap tidak menggunakan anggaran sebesar yang dilakukan AS untuk pertahanan.

Baca juga: Turki Tak Berniat Ikuti Langkah AS dan NATO



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X