AS dan 18 Negara NATO Gelar Latihan Perang di Perbatasan Rusia

Kompas.com - 05/06/2018, 15:12 WIB
Foto yang diambil pada 20 Juni 2017 ini memperlihatkan pasukan NATO melakukan latihan penyeberangan sungai dalam latihan perang Saber Strike 2017 di Stasenai, Lithuania. 
AFP/Petras MalukasFoto yang diambil pada 20 Juni 2017 ini memperlihatkan pasukan NATO melakukan latihan penyeberangan sungai dalam latihan perang Saber Strike 2017 di Stasenai, Lithuania.
|

WARSAWA, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat dan para sekutunya menggelar latihan perang yang diikuti 18.000 personel di dekat perbatasan Rusia sejak Minggu (3/6/2018).

Latihan perang dengan sandi Saber Strike 18 diikuti AS dan 18 negara sekutunya dengan skenario merespon sebuah serangan militer.

Latihan militer yang digelar selama dua pekan itu dilakukan di sejumlah lokasi di Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia.

"Latihan ini penting untuk semua unit dan negara yang terlibat di dalamnya," kata Letnan Kolonel Mark "Kidd" Garceau, perwira proyek Wing Saber Strike ke-140, lewat siaran pers Pentagon.

Baca juga: Ukraina Setuju Jadi Lokasi Latihan Perang NATO

Pasukan sekutu menggelar berbagai jenis latihan, termasuk simulasi operasi penyerbuan, operasi menyeberangi sungai dan jembatan, pengamanan konvoi kendaraan, serta berbagai latihan lainnya.

"Tak ada negara yang bisa menghadapi konfrontasi sendirian, persekutuan amat disambut dan diperlukan," kata Brigjen Richard Coffman, komandan misi AD Amerika Serikat saat membuka latihan bersama ini di Lithuania.

"Untuk menciptakan sebuah aliansi yang kuat, kami harus berlatih sebagai satu kesatuan dan latihan Saber Strike ini memungkinkan kami untuk mencapai tujuan itu," tambah Coffman.

Aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Crimea dari Ukraina menciptakan sebuah gelombang kejutan politik di seluruh Eropa pada 2014.

Aneksasi itu juga menjadi aksi perebutan wilayah dari negara lain  dengan menggunakan senjata yang pertama kali sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Polandia dan tiga negara Baltik menjadi negara yang memberikan solidaritas paling kuat kepada Ukraina. Ketiga negara ini juga khawatir Rusia menggunakan taktik yang sama untuk "menggilas" mereka.

Apalagi keempat negara itu, seperti halnya Ukraina, memiliki perbatasan langsung dengan Rusia yang terus meningkatkan kegiatan militernya di seberang perbatasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X