Festival Film di Seoul Bakal Putar Sejumlah Film Buatan Korea Utara - Kompas.com

Festival Film di Seoul Bakal Putar Sejumlah Film Buatan Korea Utara

Kompas.com - 11/07/2018, 22:30 WIB
Ilustrasi bioskop.Thinkstock Ilustrasi bioskop.

SEOUL, KOMPAS.com - Otoritas Korea Selatan telah mengeluarkan izin untuk pemutaran film Korea Utara di sebuah festival film lokal yang akan digelar pada Kamis (12/7/2018).

Festival Film Fantastik Internasional Bucheon yang akan digelar di pinggiran kota Seoul, pada Selasa (10/7/2018) telah mendapat izin untuk memutar tiga buah film dan enam film pendek produksi Korea Utara.

Pemberian izin pemutaran film buatan negara tertutup itu termasuk jarang mengingat hubungan antara kedua Korea yang secara teknis masih berperang usai gencatan senjata sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953.

Hubungan tersebut menjadikan kontak sipil melintasi perbatasan, pengiriman seluruh dokumen, surat, email, maupun perjalanan, dilarang kecuali mendapat persetujuan dari kedua pemerintahan.

Baca juga: Produser Film AS Berencana Angkat Kisah Penyelamatan Tim Bola di Goa

Hal tersebut lantaran adanya Undang-undang Keamanan Nasional Anti-komunis di Korea Selatan, yang menganggap membawa masuk rekaman maupun publikasi buatan Korea Utara sebagai tindakan kriminal.

Menampilkan kebudayaan Korea Utara di Korsel membutuhkan otorisasi dari beberapa badan negara, termasuk Kementerian Unifikasi hingga Dinas Rahasia Seoul.

Namun sejak hubungan kedua negara yang menghangat usai pertemuan Presiden Moon Jae-in dengan Pemimpin Kim Jong Un pada April lalu, sejumlah upaya diplomatik terus dilakukan, seperti di bidang olahraga dan budaya.

Film buatan Korea Utara yang akan diputar dalam festival di Seoul tersebut di antaranya sebuah film berjudul "The Story of Our Home" yang diproduksi pada 2016.

Film bergenre drama itu menceritakan kisah tiga bersaudara yang berusaha untuk hidup bersama.

Ada juga film berjudul "Comrade Kim Goes Flying" yang dibuat pada 2012, mengisahkan perjalanan cinta seorang penambang yang bercita-cita menjadi pemain akrobat.

Film tersebut merupakan hasil kerja sama antara Korea Utara dengan Inggris dan Belgia. Film itu sempat diputar di festival film di Busan dan mendapat komentar positif.

Penyelenggara festival film Bucheon juga tengah mengupayakan agar dapat menghadirkan para sineas asal Korea Utara.

Korea Utara meski terkenal sebagai negara yang tertutup memiliki industri perfilman yang cukup hidup, walaupun sebagian besar film produksi mereka mengandung tujuan propaganda.

Baca juga: Korea Selatan Lakukan Diplomasi Basket ke Korea Utara



Close Ads X