Suriah Cari Bantuan dalam Upaya Penggalian Kuburan Massal Korban ISIS

Kompas.com - 04/07/2018, 20:15 WIB
Pasukan Suriah berupaya membongkar kuburan massal korban ISIS yang ditemukan di Raqa.AFP / GEORGE OURFALIAN Pasukan Suriah berupaya membongkar kuburan massal korban ISIS yang ditemukan di Raqa.

RAQA, KOMPAS.com - Warga Suriah yang tengah bekerja mengungkap kuburan massal di daerah yang pernah dikuasai ISIS, membutuhkan bantuan untuk mengamankan bukti, mengidentifikasi jenazah dan menyibak tabir kengerian yang dilakukan oleh kelompok teroris itu.

Badan pengawas internasional, Human Right Watch (HRW), pada Selasa (3/7/2018), mengatakan, sisa-sisa jenazah masih terus ditemukan di sejumlah kuburan massal yang ada di sekitar kota Raqa.

Ribuan sisa-sisa jenazah itu diyakini merupakan milik warga sipil korban para ekstremis, penduduk yang tewas dalam serangan udara koalisi, serta para anggota ISIS yang terbunuh.

Permohonan bantuan tersebut muncul dalam laporan terkini yang dirilis HRW pekan ini.


Menurut laporan HRW, anggota lokal Dewan Sipil Raqqa, badan pemerintahan yang dibentuk oleh pasukan didukung AS dan dipimpin orang-orang Kurdi, disebut tengah berjuang mengatasi keterbatasan logistik.

Baca juga: PBB Tegaskan Kota Raqa Belum Aman Bagi Para Pengungsi Suriah

Mereka juga berusaha mengorganisasikan informasi terkait jenazah yang mereka temukan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang terus mencari anggota keluarga mereka yang hilang atau meninggal.

Kota Raqqa yang menjadi ibu kota ISIS dan pusat kekhalifahan mereka telah dapat direbut kembali pada tahun lalu, memaksa sisa-sisa kelompok ekstremis untuk melarikan diri ke daerah-daerah kantong di sepanjang perbatasan.

Selama tiga tahun menguasai kota Raqqa sejak 2014, ISIS telah melakukan pembunuhan massal dan kekejaman lainnya. Korban pria maupun perempuan, orang dewasa dan anak-anak, berjatuhan.

HRW, badan pengawas yang berbasis di New York, mengatakan, proses identifikasi dan mengamankan bukti-bukti menjadi penting untuk kemungkinan dilakukan penuntutan.

"Di kota Raqqa ada setidaknya sembilan kuburan massal, dengan masing-masing memiliki puluhan hingga ratusan jenazah," kata Wakil Direktur Darurat HRW, Priyanka Motaparthy, dilansir The New Arab.

"Tanpa bantuan teknis yang tepat, proses penggalian mungkin tidak akan memberikan jawaban kepada keluarga korban dan dapat merusak atau menghancurkan bukti-bukti yang penting untuk upaya peradilan di masa depan," tambahnya.

Baca juga: Dua Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Kota Raqa

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X