Kompas.com - 04/07/2018, 00:32 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/THE STRAIT TIMES/KEVIN LIMPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menegaskan, pembicaraan antara pemerintahannya dengan Korea Utara mengenai program misil dan nuklir Pyongyang masih berjalan dengan baik.

Pernyataan Trump yang disampaikan pada Selasa (3/7/2018) itu muncul menyusul kabar terkait Korea Utara yang justru meningkatkan produksi bahan bakar nuklirnya meski telah ada kesepakatan denuklirisasi dengan AS.

"Banyak pembicaraan yang baik dengan Korea Utara. Semuanya berjalan dengan baik!" kata Trump dalam twitnya, menambahkan tidak ada uji coba nuklir maupun peluncuran roket yang dilakukan Pyongyang selama delapan bulan terakhir.

Baca juga: Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

"Seluruh Asia merasa senang. Hanya pihak oposisi, termasuk berita palsu yang mengeluh. Jika saja bukan karena saya, mungkin kita sedang berperang dengan Korea Utara," tambah Trump.

Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir, beredar kabar dan pemberitaan mengenai Korea Utara yang tampaknya melanggar kesepakatannya dengan AS yang ditandatangani di Singapura, pada 12 Juni lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Washington Post, pada Minggu (1/7/2018), tanpa menyebut nama mengutip sumber pejabat AS menuliskan tentang bukti meyakinkan yang menunjukkan Pyongyang telah menipu Washington.

Sementara NBC memberitakan tentang produksi bahan bakar nuklir yang terus ditingkatkan oleh Korea Utara.

Pernyataan dari kelompok pengawas Korea Utara, mengacu hasil citraan satelit, juga menyebutkan adanya pembangunan fasilitas penelitian nuklir di Yongbyon, yang menurut Trump justru telah dihancurkan, bersama tiga situs lainnya.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dikabarkan juga akan kembali ke Pyongyang pada Kamis (5/7/2018) untuk membahas perincian dari perjanjian yang ditandatangani Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Baca juga: Menlu AS Dijadwalkan Bertemu Kim Jong Un Pekan Ini di Korut

Kunjungan Pompeo ke Korea Utara juga untuk membahas jadwal pertemuan kedua Trump dengan Kim.

Diberitakan Axios, kemungkinan pertemuan kedua tersebut akan dilangsungkan di kota New York.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.