Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Kompas.com - 22/06/2018, 10:29 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyempatkan diri menyapa awak media di balkon Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). (AFP/Saul Loeb) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyempatkan diri menyapa awak media di balkon Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). (AFP/Saul Loeb)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (21/6/2018) mengungkapkan, Korea Utara telah menghancurkan empat situs uji coba nuklir terbesarnya.

Trump menyebut, penghancuran situs itu merupakan proses dari denuklirisasi penuh yang telah dimulai.

"Mereka berhenti menembakkan misil, termasuk rudal balistik. Mereka menghancurkan situs uji coba," katanya dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Baca juga: Korea Utara Segera Kembalikan 200 Set Kerangka Tentara AS

"Mereka meledakkan salah satu dari situs uji coba terbesar, sehingga total empat dari situs uji coba terbesar," ucapnya.

"Dan hal yang besar adalah akan ada denuklirisasi penuh, yang kini telah mulai dilaksanakan," imbuh Trump.

Namun, tidak jelas situs uji coba yang Trump maksud. Sementara pejabat AS menyebut, belum ada bukti penghancuran situs uji coba Korea Utara sejak pertemuan bersejarah di Singapura digelar pada 12 Juni 2018.

Berbicara secara anonim, pejabat AS menyatakan, spekulasi Trump mungkin merujuk pada peledakkan situs pada bulan lalu.

Korea Utara mengklaim telah menghancurkan situs uji nuklir Punggye-ri dan membongkar lokasi uji coba rudal balistik jarak menengah di Iha-ri pada Mei lalu.

Sebelumnya, pejabat AS pada Rabu (20/6/2018) mengungkapkan situs uji coba misil Korea Utara yang telah dijanjikan oleh Kim Jong Un akan segera dihancurkan.

Pejabat AS mengidentifikasi situs uji coba tersebut sebagai Landasan Peluncuran Satelit Sohae, yang berada di Tongchang-ri, provinsi Pyongan Utara.

"Korea Utara telah menggunakan situs tersebut untuk melakukan uji coba mesin berbahan bakar cair untuk misil balistik jarak jauhnya," kata pejabat AS.

Baca juga: Seoul: Pengurangan Sanksi Korea Utara dapat Terjadi Lebih Cepat

Situs tersebut dilaporkan dibangun pada 2008, menjadikannya fasilitas uji coba misil teranyar dan terbesar yang diketahui dimiliki Korea Utara.

Selain itu, situs itu memiliki fasilitas penelitian untuk pengembangan misil dan juga menara yang berfungsi mendukung misil balistik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X