Menlu AS Dijadwalkan Bertemu Kim Jong Un Pekan Ini di Korut

Kompas.com - 03/07/2018, 08:36 WIB
Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang. Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan bepergian ke Korea Utara pada 5 Juli 2018 untuk bertemu dengan pemimpin negara tersebut, Kim Jong Un.

Demikian keterangan dari Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders pada Senin (2/7/2018).

Dilansir dari CNBC, pertemuan ini bakal menjadi yang kedua kalinya bagi Pompeo dan Kim Jong Un untuk berjumpa secara langsung di Korea Utara.

"Keduanya akan bertemu untuk melanjutkan pekerjaan yang sedang berlangsung dan penting terkait denuklirisasi di semenanjung Korea," kata Sanders.

Baca juga: Menlu AS: Sanksi Korut Masih Berlaku sampai Denuklirisasi Penuh

Juru bicara Kemenlu AS Heather Nauert mengatakan, Pompeo akan berada di Korea Utara untuk melanjutkan konsultasi dan implementasi pertemuan bersejarah di Singapura.

Kemudian, Pompeo akan bepergian ke dua negara berbeda guna membahas denuklirisasi dengan pihak yang berkepentingan.

Pada 7 Juli 2018, dia akan terbang ke Tokyo dan berlanjut ke Hanoi di Vietnam.

Rencana pertemuan Pompeo dan Kim akan berlangsung kurang dari satu bulan, setelah Presiden AS Donald Trump bertemu langsung dengan Kim Jong Un di Singapura.

Trump dan Kim menandatangani kesepakatan yang menggarisbawahi komitmen Korut untuk melakukan denuklirisasi dan menciptakan perdamaian abadi di semenanjung.

Trump menyebut dokumen kesepakatan itu sebagai sesuatu yang sangat komprehensif, meski belum jelas apa isi dari konsesi dan komitmen yang ditandatangani Kim.

Baca juga: Bahas KTT AS-Korut, Pompeo Makan Malam Steik dengan Pejabat Pyongyang

Kendati demikian, Trump meyakinkan warga AS bahwa setelah pertemuan tersebut, tidak ada lagi ancaman nuklir.

Di sisi lain, agen intelijen AS melaporskan hal yang berbeda, Kepada NBC News, mereka meyakini Korut masih memproduksi bahan bakar untuk senjata nuklir di lokasi rahasia dalam beberapa bulan terakhir.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X