Jepang Bentuk Divisi Khusus untuk Tangani Isu Terkait Korea Utara

Kompas.com - 26/06/2018, 23:44 WIB
Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono. AFP / JUNG YEON-JEMenteri Luar Negeri Jepang Taro Kono.

TOKYO, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Jepang pada Selasa (26/6/2018), mengumumkan akan membentuk divisi baru yang secara khusus akan menangani isu-isu berkaitan dengan Korea Utara.

Melansir dari Kyodo News, tujuan pembentukan divisi baru tersebut agar pemerintah Jepang dapat memberikan respon yang lebih baik dalam perkembangan di Semenanjung Korea, terutama dengan Pyongyang.

Divisi Asia Timur Laut di Kementerian Luar Negeri saat ini bertanggung jawab terhadap hubungan dengan Korea Utara dan Korea Selatan.

Namun ke depan, divisi tersebut akan dipisahkan menjadi dua unit di bawah rencana perubahan organisasi oleh kementerian.

Baca juga: Korea Utara Ungkap Persyaratan pada Jepang Jika Ingin Bertemu

Berlaku efektif mulai Minggu (1/7/2018), Divisi Asia Timur Laut Pertama akan menangani isu-isu berkaitan dengan Korea Selatan, sementara Divisi Asia Timur Laut Kedua akan menangani permasalahan seputar hubungan dengan Korea Utara.

Wacana pemisahan divisi Korea tersebut muncul usai terjadinya pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS dengan Pemimpin Korea Utara yang belum pernah terjadi sebelumnya di Singapura, 12 Juni lalu.

Pertemuan antara Presiden Donald Trump dengan Kim Jong Un tersebut membuka harapan akan perdamaian dan kestabilan di Semenanjung Korea, termasuk komitmen Pyongyang untuk denuklirisasi lengkap.

"Perubahan organisasi ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi bilateral antara Jepang dengan Korea Selatan dan mengatasi isu nuklir, program misil dan penculikan oleh Korea Utara," kata Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga.

Pemerintahan Jepang di bawah Perdana Menteri Shinzo Abe tengah fokus dan memprioritaskan penyelesaian kasus penculikan sejumlah warga Jepang oleh Korea Utara pada 1970-an hingga 1980-an.

Baca juga: Jepang Tangguhkan Latihan Simulasi Evakuasi Serangan Rudal Korea Utara



Sumber Kyodo News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X