Jepang Tangguhkan Latihan Simulasi Evakuasi Serangan Rudal Korea Utara

Kompas.com - 21/06/2018, 17:15 WIB
Pengunjung taman bermain di Tokyo berpartisipasi dalam kegiatan latihan evakuasi simulasi darurat serangan misil balistik yang digelar Januari lalu. AFP / TOSHIFUMI KITAMURAPengunjung taman bermain di Tokyo berpartisipasi dalam kegiatan latihan evakuasi simulasi darurat serangan misil balistik yang digelar Januari lalu.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang dikabarkan menghentikan latihan evakuasi simulasi serangan rudal Korea Utara, menyusul pertemuan bersejarah antara Washington dengan Pyongyang.

Kabar penghentian tersebut dilaporkan media lokal pada Kamis (21/6/2918).

Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah terkait kabar tersebut, namun pejabat di salah satu kota menyebut mereka telah menangguhkan rencana latihan evakuasi yang dijadwalkan pekan depan karena mendapat perintah dari Tokyo.

Keputusan penangguhan latihan evakuasi diduga terkait dengan hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni lalu.

Baca juga: Tokyo akan Gelar Latihan Evakuasi dan Simulasi Serangan Nuklir

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara menandatangani dokumen bersama yang salah satu poinnya menyerukan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Pemerintah kota Yaita di prefektur Tochigi, utara Tokyo, mengagendakan latihan evakuasi serangan nuklir dengan melibatkan 800 warganya pada pekan depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun rencana tersebut mendadak dibatalkan pada Rabu (20/6/2018) malam setelah adanya instruksi dari pemerintah.

"Pemerintah menginstruksikan penangguhan kegiatan latihan evakuasi untuk sementara waktu setelah adanya perubahan situasi usai pertemuan AS dengan Korea Utara," kata pejabat kota, Yutaka Yanagida kepada AFP.

Pejabat Kantor Kabinet menyatakan, pemerintah akan mengumumkan kebijakannya terkait latihan evakuasi tersebut pada Jumat (22/6/2018). Pejabat tersebut menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Tahun lalu, Korea Utara menembakkan rudalnya melintasi langit Jepang dan jatuh di laut, sebanyak dua kali. Tindakan yang memicu kepanikan dan kemarahan warga Jepang.

Tokyo pun menginstruksikan warganya untuk berpartisipasi dalam latihan evakuasi pertama pada awal tahun ini sebagai antisipasi serangan militer Korea Utara.

Baca juga: Jepang Gelar Latihan Evakuasi Militer Pertama Sejak Perang Dunia II

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.