Kompas.com - 25/06/2018, 10:09 WIB
Presiden AS Donald Trump saat berada di Ruang Oval, di Gedung Putih, Washington DC. AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump saat berada di Ruang Oval, di Gedung Putih, Washington DC.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, warga yang masuk ke wilayah AS secara ilegal harus dideportasi dengan segera tanpa harus melewati proses peradilan.

Dalam serangkaian kicauan di Twitter, Trump bahkan menyamakan mereka sebagai penjajah yang mencoba "menyerbu" negara tersebut.

"Kami tidak bisa membiarkan orang-orang seperti ini menyerbu negara kami. Ketika seseorang sampai, kita harus segera membawa mereka kembali dari mana mereka berasal, tanpa diadili," kicaunya, Minggu (24/6/2018).

"Kita melakukan pekerjaan jauh lebih baik ketimbang Bush dan Obama, tapi kita butuh menguatkan dan mengamankan perbatasan," katanya.

"Kami tidak menerima semua orang yang mencoba masuk ke negara kami. Perbatasan yang kuat tidak akan ada kriminalitas," imbuh Trump.

Belum jelas terkait kemungkinan perluasan aturan yang berpotensi menghapus keberadaan migran ilegal di perbatasan AS.

Pernyataan Trump tersebut juga tidak membedakan antara migran gelap dan orang-orang yang memasuki AS untuk mencari perlindungan suaka.

Seperti diketahui, kebijakan imigrasi "toleransi nol" yang dikeluarkan Trump mengharuskan migran ilegal diadili. Prosesnya memakan waktu berbulan-bulan.

Orangtua migran harus dipisahkan dari anak-anak mereka karena tidak diizinkan secara hukum untuk ditahan bersama lebih dari 20 hari.

Dalam proses deportasi yang dipercepat, petugas imigrasi dapat mengevaluasi klaim migran dan menolaknya tanpa keterlibatan oleh hakim imigrasi atau dewan peninjau.

Baca juga: Lebih dari 500 Anak-anak Migran Telah Dipertemukan dengan Orangtuanya

Data dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS sejak Trump mengakhiri pemisahan anggota keluarga migran pada Rabu lalu menunjukkan, sebanyak 522 anak terpisah dari orangtua telah dipersatukan kembali.

Namun, sebanyak 2.053 anak kecil masih dalam naungan Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS hingga pekan lalu.

"Pemerintah AS mengetahui semua lokasi anak-anak yang ditampung dan sedang bekerja untuk menyatukan mereka dengan keluarganya," demikian pernyataan dari kementerian pada Sabtu (23/6/2018) malam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X