Kompas.com - 12/06/2018, 15:22 WIB
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - Sehari menjelang pertemuan bersejarah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un digelar banyak pihak yakin pembicaraan di Singapura baru merupakan awal dari sebuah proses panjang.

Pertemuan di Singapura ini memang disetarakan dengan hal serupa di masa lalu misalnya kunjungan Presiden Richard Nixon ke China pada 1972 atau pertemuan Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev di Reykjavik pada 1986.

Namun banyak yang meragukan hasil pertemuan Singapura selain menjadikan Kim Jong Un dan Donald Trump dikenang dalam sejarah.

Apalagi di masa lalu sudah banyak kesepakatan yang dibuat dengan Korea Utara berakhir dengan kegagalan.

Baca juga: Trump Puji Kim Jong Un sebagai Pemimpin yang Pintar

Sementara itu di mata beberapa kalangan, pertemuan di Singapura justru memberikan legitimasi untuk Kim Jong Un yang dalam memerintah kerap melanggar HAM.

"Pertemuan ini adalah kemenangan bagi Kim Jong Un. Pertemuan dengan Presiden Trump menjadi sebuah propaganda dan mengangkat prestise Korea Utara," kata Michael Kovrig, penasihat senior Crisis Group untuk Asia Timur Laut.

Analis lain memberikan komentar lebih bijak dan memilih menunggu perkembangan lanjutan dari hasil pembicaraan Singapura.

"Kita akan lihat apakah Kim akan benar-benar memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar kebahagiaan semu dan pertunjukan televisi yang bagus," kata Kelly Magsamen, mantan spesialis Asia di Kemenhan AS.

Di sisi lain, kesepakatan kedua pemimpin itu memang tidak akan serta merta menyelesaikan masalah denuklirisasi Semenanjung Korea.

Sigfried Hecker, pakar nuklir dari Universitas Stanford mengatakan, penelitian yang dilakukannya menunjukkan proses denuklirisasi total membutuhkan waktu antara enam sampai 10 tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.