Perancis dan Inggris Bakal Kerahkan Kapal Perang ke Laut China Selatan

Kompas.com - 04/06/2018, 17:04 WIB
Pembangunan di pulau karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly, menurut citra satelit yang direkam pada 9 Maret 2017, yang dirilis oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI). CSIS/AMTI/Digital Globe/ReutersPembangunan di pulau karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly, menurut citra satelit yang direkam pada 9 Maret 2017, yang dirilis oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Perancis dan Inggris mengumumkan bakal mengerahkan kapal perang mereka ke kawasan Laut China Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan menteri pertahanan masing-masing negara dalam konferensi keamanan tahunan Shangri-La Dialogue di Singapura.

Menhan Perancis, Florence Parly, berkata satuan tugas maritim Perancis dan helikopter serta kapal Inggris bakal berlabuh di Singapura pekan depan.

Dilansir SCMP Senin (4/6/2018), dari Singapura, Parly menjelaskan satuan tugas tersebut bakal berlayar ke "wilayah tertentu" di Laut China Selatan.

Baca juga: Menhan AS Tuduh China Lakukan Intimidasi di Laut China Selatan

"Setiap kali ada peringatan agar kapal perang kami menjauhi 'perairan teritorial', komandan bakal menjawab untuk terus maju," tegas Parly.

Dalam pandangannya, Laut China Selatan yang diklaim oleh China tersebut merupakan perairan internasional yang boleh dimasuki siapa pun.

Meski Perancis tidak mengklaim kawasan tersebut, menurut Parly pengerahan kapal perang itu bentuk kontribusi mereka untuk menegakkan komitmen bersama.

"Dengan penerapan kebebasan navigasi, kami juga menempatkan diri sebagai pihak yang gigih menentang segala bentuk klaim apapun di wilayah de facto," tegasnya.

Senada dengan Parly, Menhan Inggris Gavin Williamson menyebut bakal segera mengirimkan tiga kapal perang untuk menangkal "pengaruh merugikan".

"Kami harus memastikan bahwa sebuah negara tetap harus berpegang pada aturan. Terdapat konsekuensi jika melanggar," ulas Williamson.

Direktur Pusat Kerja Sama Keamanan, Kolonel Senior Zhou Bo berkata, yang jadi pertanyaan Beijing adalah apakah kapal Inggris dan Perancis bakal berlayar hingga 12 mil laut di pulau yang dikuasai China.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X