AS Tegaskan Bakal Terus Lawan Klaim Beijing di Laut China Selatan

Kompas.com - 30/05/2018, 12:34 WIB
Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIMenteri Pertahanan AS, Jim Mattis.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS kembali menegaskan bakal terus menentang dan menghadapi klaim China atas teritorialnya di Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis pun mengkritik kecaman China saat Washington mengirimkan dua kapalnya dalam misi pelayaran kebebasan navigasi di dekat kepulauan Paracel di Laut China Selatan, akhir pekan lalu.

"Anda akan melihat hanya ada satu negara yang mengambil langkah aktif menolak (operasi itu) dan menyerukan kecaman mereka."

"Tetapi kawasan itu merupakan perairan internasional dan banyak negara ingin melihat adanya kebebasan navigasi di sana, sehingga kami akan melanjutkannya," kata Mattis, Selasa (29/5/2018).

Baca juga: Dua Kapal Militer AS Berlayar di Wilayah Laut China Selatan yang Diklaim China

Angkatan Laut AS secara terbuka telah mengirimkan dua kapalnya ke wilayah Laut China Selatan yang diperebutkan dan menyebutnya operasi kebebasan navigasi.

Kapal AS berlayar di dekat pulau-pulau dan fasilitas militer yang dibangun China.

Tindakan tersebut sekaligus sebagai bentuk penolakan AS terhadap segala bentuk klaim teritorial yang dilakukan pihak mana pun di wilayah perairan internasional.

"Kami menjalin kerja sama dengan negara-negara Pasifik, tetapi kami juga akan melawan segala yang kami yakini tidak sejalan dengan hukum internasional," kata Mattis.

Beijing diyakini tengah memperkuat kehadiran militernya di wilayah Laut China Selatan.

China telah membangun pulau buatan demi memperkuat klaimnya atas wilayah sebagian besar Laut China Selatan yang kata sumber daya. Mereka juga melakukan uji coba pendaratan pesawat militer, termasuk pembom, Xian H-6.

Tindakan China itu disebut telah memicu kekhawatiran sejumlah negara tetangga yang terlibat sengketa wilayah di Laut China Selatan.

Baca juga: Angkatan Laut China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan

Mereka khawatir jika klaim China berlanjut pada akhirnya akan membatasi kebebasan navigasi dan penerbangan.

"Kekhawatiran tidak hanya datang dari lingkaran pemerintah AS, tetapi juga dari negara-negara lain yang peduli dan sangat prihatin dengan militerisasi yang berlanjut di Laut China Selatan," lanjut Mattis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X