Kompas.com - 11/05/2018, 08:17 WIB
Seorang anggota pasukan keamanan Irak memberikan suaranya pada pemungutan suara awal untuk pemilihan parlemen, di Mosul, irak, Kamis (10/5/2018). (AFP/Zaid Al-Obeidi) Seorang anggota pasukan keamanan Irak memberikan suaranya pada pemungutan suara awal untuk pemilihan parlemen, di Mosul, irak, Kamis (10/5/2018). (AFP/Zaid Al-Obeidi)

BAGHDAD, KOMPAS.com - Jutaan warga Irak akan memberikan suaranya dalam pemilihan umum yang digelar pada 12 Mei 2018.

Ini merupakan pemilu pertama Irak sejak mengalahkan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Pemerintah Irak mengumumkan, telah memukul mundur ISIS pada Desember 2017.

Pemilu menjadi harapan baru agar terbentuk pemerintahan inklusif sehingga dapat menangkal skandal korupsi yang meluas.

Perdana Menteri Haider al-Abadi akan menghadapi dua penantang, yaitu mantan perdana menteri Nuri al-Maliki dan mantan menteri transportasi Hadi al-Ameri.

Baca juga : Irak Kembali Kerahkan Jet Tempur ke Suriah untuk Serang Markas ISIS

Pada Kamis (10/5/2018), pemilih dari kalangan pasukan keamanan telah memenuhi tempat pemungutan suara untuk mengawali pemilu, sebab mereka akan bertugas untuk mengamankan jalannya pemilu nasional pada Sabtu (12/5/2018).

Secara total, ada satu juta tentara, polisi, dan personel keamanan di seluruh Irak yang berpartisipasi dalam pemungutan suara yang ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya memberikan suara untuk masa depan keluarga saya, jadi orang baik akan mengisi posisi yang tepat," kata Khaled yang berprofesi sebagai polisi.

Sekolah di Baghdad juga diubah menjadi tempat pemungutan suara dan pasukan pengawal presiden menunggu untuk memilih.

Pasukan polisi khusus Ahmed Qassem mengatakan, dia akan memilih kandidat yang membantu rakyat miskin dan memberantas korupsi.

"Yang paling penting, masyarakat memilih perwakilan mereka dan siapa yang akan menjadi perdana menteri," ucapnya.

Baca juga : Jurnalis Pelempar Sepatu ke Bush Maju dalam Pemilihan Irak

Sejumlah antisipasi di bidang keamanan telah dipersiapkan, seperti bandara dan penyeberangan di perbatasan akan ditutup selama 24 jam selama pelaksanaan pemilu.

Hampir 7.000 kandidat dari partai yang berbeda akan berebut mengisi 329 kursi di Parlemen Irak.

"Tentu saja ada persaingan antara tiga daftar utama untuk jabatan perdana menteri, tetapi itu tidak akan berdampak pada sistem yang dikontrol oleh kelompok tertentu," kata analis yang berbasis di Yordania, Adel Mahmud.



Sumber AFP,Xinhuanet
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X