Diduga Intelijen Houthi, Pria Qatar Ditahan Tentara Yaman

Kompas.com - 03/05/2018, 22:04 WIB
Foto dokumen yang memperlihatkan pasukan Yaman saat berada di dekat Al Mocha, Yaman selatan.ARAB NEWS/ REUTERS Foto dokumen yang memperlihatkan pasukan Yaman saat berada di dekat Al Mocha, Yaman selatan.

SANAA, KOMPAS.com - Otoritas Yaman menahan seorang pria berkewarganegaraan Qatar yang diduga menjadi agen intelijen Houthi.

Menurut sumber pemerintah yang dikutip Al Arabiya, tentara Yaman telah menahan Mohsen Al Karbi, pejabat intelijen Qatar ketika berupaya melintasi perbatasan Yaman di dekat provinsi Al Mahra.

Al Karbi diyakini sedang dalam perjalanan melewati kota perbatasan Shan dan akan menuju negara tetangga, Oman.

Dia ditahan lantaran dicurigai sebagai pihak yang telah membantu pasukan milisi Houthi melawan pemerintah Yaman.

Baca juga : Arab Saudi Akui Bunuh Pemimpin Nomor Dua Pemberontak Yaman

Sumber dari otoritas Yaman mengatakan, Al Karbi sebagai intelijen Qatar dan bertugas sebagai koordinator antara kelompok pemberontak Houthi dengan Qatar.

Melansir dari Gulf News, Al Karbi telah ditahan pada 21 April lalu.

Pemerintah Qatar yang mengetahui penahanan tersebut segera menghubungi melalui perantara Komite Hak Asasi Manusia Qatar dan meminta Al Karbi segera dibebaskan dengan selamat.

Pihak Qatar mengaku, Al Karbi sebagai warga negaranya dan sedang dalam perjalanan untuk menemui kerabatnya.

Penahanan terhadap warga Qatar yang diyakini terkait dengan kelompok milisi Houthi di Yaman bukan kali pertama terjadi.

Desember lalu, menurut pejabat yang setia pada mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, mengatakan telah menahan intel Qatar yang tengah mencoba mempengaruhi pemimpin partai kongres populer untuk mendukung Houthi.

Baca juga : Serangan Udara Koalisi Arab ke Yaman Tewaskan 50 Anggota Pemberontak



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X