Kompas.com - 25/04/2018, 14:46 WIB
Foto dokumen yang diambil pada Januari 2017 menunjukkan pemimpin dewan politik tertinggi kelompok Houthi, Saleh al-Samad. Samad dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan koalisi Arab Saudi. AFP/MOHAMMED HUWAISFoto dokumen yang diambil pada Januari 2017 menunjukkan pemimpin dewan politik tertinggi kelompok Houthi, Saleh al-Samad. Samad dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan koalisi Arab Saudi.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui, pihaknya berada dibalik serangan udara yang menewaskan pemimpin nomor dua pemberontak Houthi di Yaman pada pekan lalu.

Dilansir dari AFP, Rabu (25/4/2018), pengakuan itu disampaikan oleh Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Khalid bin Salman melalui akun Twitter-nya.

"Pahlawan Angkatan Udara Kerajaan berhasil menargetkan pemimpin Houthi Saleh al-Sammad," kicaunya.

Pasukan sekutu Iran menyatakan, Sammad telah terbunuh pada Kamis (19/4/2018) di provinsi Hodeida.

Baca juga : Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Sammad merupakan dewan politik tertinggi Houthi dan pemimpin senior yang pernah terbunuh sejak intervensi koalisi Saudi sejak Maret 2015.

Pangeran Khalid mengatakan, serangan tersebut diawasi oleh saudaranya, Pangeran Mohammed bin Salman, setelah Sammad mengancam kelanjutan serangan misil terhadap Saudi.

Pangeran Mohammed, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Saudi, merupakan pemimpin intervensi kerajaan tersebut dalam perang Yaman.

Menanggapi kematian Sammad, pemimpin kelompok Houthi, Abdul Malek al-Houthi, mengancam akan melakukan serangan balasan.

"Kejahatan ini tidak bisa dibiarkan," ujar al-Houthi.

Dia menegaskan bahwa Arab Saudi dan juga sekutunya, AS, akan bertanggung jawab atas kematian Samad.

Baca juga : Serangan Udara Hantam Pom Bensin di Yaman, Sembilan Tewas

Pada kesempatan yang sama, pemimpin Houthi yang jarang tampil di muka publik itu turut mengecam serangan udara koalisi Saudi yang menyerang pesta pernikahan di Hajja.

Selama tahun ini, kelompok Houthi secara regular meluncurkan serangan misil balistik ke wilayah Saudi. Satu orang tercatat dalam aksi serangan rudal tersebut.

Konflik di Yaman telah merenggut hampir 10.000 nyawa dalam tiga tahun terakhir, dan memicu bencana kelaparan di Yaman.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X