Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/02/2020, 11:34 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Penyebaran virus corona telah membuat khawatir seluruh masyarakat internasional. Virus corona, layaknya virus lain tentu menyerang beberapa grup rentan seperti anak-anak dan lansia.

Namun pada kasus virus corona kali ini tidak hanya menyerang mereka yang rentan. Virus corona juga diketahui menyerang pria lebih banyak dibandingkan perempuan.

Angka korban infeksi virus corona antara pria dan wanita sebenarnya cukup imbang namun penelitian menemukan adanya tingkat kematian lebih tinggi dialami pria sebanyak 2,8 persen dan wanita hanya sekitar 1,7 persen.

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan oleh Sejarah Kesehatan Internal, wanita lebih banyak terinfeksi Sars di Hong Kong pada 2003, namun angka kematian tertinggi tetap dimiliki pria sebanyak 50 persen lebih tinggi.

Baca juga: Jejak Virus Corona Masih Bisa Ditemukan pada Pasien yang Sembuh

Lebih dari 32 persen pria yang terinfeksi Mers (Middle East respiratory syndrome) tewas, dibandingkan 25,8 persen wanita yang mengalami Mers. Pria dengan usia muda juga lebih rentan meninggal dari pada perempuan selama kasus epidemik influenza pada 1918.

Dilansir dari Straits Times, beberapa penyebab seperti biologis dan gaya hidup rupanya menyumbang terhadap mudahnya kaum pria terinfeksi virus ini.

1. Sistem Imun Pria Lebih Lemah

Pria memiliki respon imun yang lebih rendah terhadap infeksi. Menurut Dr. Sabra Klein, seorang ilmuwan yang mempelajari perbedaan respon jenis kelamin dalam vaksin dan infeksi virus di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kaum pria memiliki pola yang buruk dalam responnya terhadap infeksi virus.

"Kami telah menjumpainya dalam berbagai virus. Kaum hawa lebih baik dalam melawan virus-virus tersebut." Ujarnya.

Kaum wanita memproduksi sistem imun yang kuat setelah vaksinasi dan telah menambahkan respon memori imunnya. Hal itu kemudian mampu melindungi perempuan dewasa dari patogen yang telah memapar mereka sejak kanak-kanak.

Dr. Janin Clayton, direktur penelitian Kesehatan Wanita dan Lembaga Kesehatan Nasional juga menguatkan hal tersebut. Menurutnya, ada sesuatu hal yang membuat sistem imun wanita lebih subur.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.