Pohon yang Ditanam Trump dan Macron di Halaman Gedung Putih Lenyap

Kompas.com - 30/04/2018, 11:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron menyekop tanah untuk menanam pohon di halaman Gedung Putih, Washington DC, Senin (23/4/2018). (AFP/Jim Watson) Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron menyekop tanah untuk menanam pohon di halaman Gedung Putih, Washington DC, Senin (23/4/2018). (AFP/Jim Watson)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjamu tamu istimewa Presiden Perancis Emmanuel Macron di Gedung Putih, Washington DC.

Untuk mengawali kunjungan Macron ke AS, dia bergabung dengan Trump menyekop tanah dan menanam pohon ek muda disaksikan oleh ibu negara masing-masing dan seluruh dunia.

Pohon tersebut bukanlah tanaman biasa. Sebagai sebuah simbol relasi kedua negara, pohon didatangkan dari hutan di sebelah utara Perancis, di mana sekitar 2.000 marinis AS tewas dalam Perang Dunia I.

Baca juga: Diplomasi Mesra Trump dan Macron di Gedung Putih

Namun, dalam beberapa hari kemudian, pohon yang ditanam dua pemimpin negara itu tidak terlihat lagi di halaman Gedung Putih.

Di tengah berbagai spekulasi terkait hilangnya pohon ek, Pemerintah Perancis pada Minggu (29/4/2018) memberikan penjelasan.

"Pohon itu sedang dikarantina, yang merupakan syarat bagi semua makhluk hidup yang diimpor ke AS," tulis Duta Besar Perancis untuk AS Gerard Araud di Twitter.

"Pohon akan ditanam kembali sesudahnya," imbuhnya.

Ketika menanggapi tudingan dari warganet mengenai pohon yang kemungkinan sudah ditanam sebelumnya, Araud mengatakan, akar pohon masih tertutup plastik.

"Akar masih diperlakukan secara hati-hati untuk dikarantina," katanya.

Dilansir dari BBC, jenis pohon ek tersebut dapat tumbuh dengan baik jika ditanam pada musim gugur sehingga memberi waktu bagi akar pohon untuk bertumbuh dan siap menghadapi musim panas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X