Tentara Australia Dilarang Memakai Atribut Tengkorak dan Malaikat Maut

Kompas.com - 19/04/2018, 11:45 WIB
Ilustrasi topeng tengkorak. (AFP/Hector Guerrero) Ilustrasi topeng tengkorak. (AFP/Hector Guerrero)

CANBERRA, KOMPAS.com - Kepala Angkatan Darat Australia Angus Campbell mengeluarkan instruksi pelarangan pemakaian simbol-simbol kematian pada pasukannya.

Campbell mengatakan, penggunaan simbol kematian merupakan praktik yang arogan dan mengikis etos Angkatan Darat.

Instruksi itu telah disebarkan pada Selasa (17/4/2017), yang kemudian diunggah dalam media sosial oleh pihak-pihak tertentu.

Pada Kamis (19/4/2018), ABC News melaporkan, beberapa simbol secara khusus dilarang karena dianggap sebagai lambang kekerasan, pembunuhan dan main hakim sendiri.

Baca juga : Duterte Perintahkan Penahanan Biarawati asal Australia

Simbol-simbol itu termasuk Grim Reaper atau malaikat maut, tengkorak dan tulang menyilang, pasukan Sparta, dan Phantom atau Punisher.

Keputusan tersebut diambil setelah dia menemukan penggunaan simbol kematian sebagai tambalan atau lencana unit tentara di Australia dan di luar negeri. Menurutnya, simbol itu bertentangan dengan nilai-nilai Angkatan Darat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Simbol itu selalu dianggap buruk dan secara implisit mendorong penanaman keangkuha dan pengabaian terhadap tanggung jawab paling serius dari profesi kita," katanya.

"Sebagai tentara, tujuan kami adalah untuk melayani negara, menggunakan kekerasan dengan kerendahan hati selalu dan belas kasih sejauh mungkin," ucapnya.

Campbell mengakui keputusannya akan menuai kemarahan dari sebagian kecil tentara.

"Saya ingin menegaskan kembali, penggunaan simbol itu tidak lazim dalam Angkatan Darat," ujarnya

Baca juga : Berobat ke Australia, Seorang Nenek asal Papua Niugini Ditahan

Topeng dan syal dengan gambar tengkorak biasanya digunakan oleh tentara Amerika Serikat dan telah dimasukkan ke dalam video game populer seperti Call of Duty.

Seorang tentara Perancis yang mengenakan syal seperti itu juga pernah terlihat di Mali, Afrika Barat, saat berperang melawan Al Qaeda pada 2013.

Beredarnya foto tersebut memicu penyelidikan dan militer Prancis menyatakan perilaku semacam itu tidak dapat diterima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.