Kompas.com - 19/04/2018, 10:59 WIB
Warga negara Perancis Djamila Boutoutaou menghadiri persidangannya di Pengadilan Pusat di Baghdad, Irak pada Selasa (17/4/2018). (AFP/Ammar Karim) Warga negara Perancis Djamila Boutoutaou menghadiri persidangannya di Pengadilan Pusat di Baghdad, Irak pada Selasa (17/4/2018). (AFP/Ammar Karim)

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pengadilan Irak menjatuhkan hukuman mati terhadap lebih dari 300 orang, termasuk puluhan warga asing, yang terlibat dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dilansir dari AFP, Rabu (18/4/2018), para terdakwa menjalani persidangan di dua pengadilan, yaitu di Mosul, dekat wilayah yang pernah dikuasai ISIS , dan di Baghdad, di mana banyak warga asing dan perempuan diadili.

Di pengadilan In Tel Keif di dekat Mosul, sebanyak 212 orang dihukum mati, 150 orang lainnya dipenjara seumur hidup, dan 341 orang dijebloskan ke penjara.

Baca juga : AS akan Serahkan Seorang Warga Negaranya yang Terlibat ISIS ke Negara Ketiga

"Telah terbukti bahwa mereka melakukan tindakan kriminal pada sidang dengar pendapat yang digelar sesuai dengan hukum, di mana hak-hak narapidana terjamin," kata juru bicara Kementerian Kehakiman Abdel Sattar Bayraqdar.

Sejak Januari 2018, sebanyak 97 warga negara asing telah dijatuhi hukuman mati dan 185 orang dipenjara seumur hidup.

Sementara, banyak perempuan yang terkait ISIS berasal dari Turki dan negara republik bekas Uni Soviet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Januari lalu, pengadilan Irak juga telah memutuskan nasib seorang perempuan Jerman yang dinyatakan bersalah karena terlibat ISIS.

Perempuan tersebut divonis hukuman mati, sedangkan pada Selasa (17/4/2018), seorang perempuan asal Perancis dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Baca juga : Propaganda ISIS Banyak Diunggah di Situs Web Milik Aman Abdurrahman

Lembaga pengawas hak asasi manusia internasional (HRW) menyebutkan, Irak merupakan negara keempat di dunia yang paling banyak melakukan eksekusi.

"Eksekusi itu menyusul adanya pengadilan bagi tersangka ISIS yang penuh dengan pelanggaran proses hukum," kata peneliti senior HRW Belkis Willie.

"Irak melakukan pelanggaran atas persidangan ISIS yang tidak hanya mengingkari keadilan bagi korban, tetapi juga berisiko mengirim warga Irak yang tidak bersalah kepada kematian mereka," ucapya.



Sumber AFP
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X