Kompas.com - 18/04/2018, 16:29 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah AS bermaksud menyerahkan seorang warga negaranya yang diduga menjadi anggota kelompok teroris ISIS dan telah ditangkap di Suriah ke negara ketiga daripada menyerahkannya pada sistem peradilan negara.

Pentagon mengumumkan pada 14 September 2017 lalu, pria tersebut berkewarganegaraan ganda, AS dan Arab Saudi, ditangkap setelah menyerah kepada Pasukan Demokratik Suriah dan telah dipindahkan ke Irak untuk menjalani interogasi.

Dalam dokumen pengadilan yang ditunjukkan pada Selasa (17/4/2018), pria yang hanya disebut dengan "John Doe" itu akan dipindahkan ke sebuah negara ketiga yang tidak disebutkan.

Namun banyak yang menduga, pria tersebut akan diserahkan ke Arab Saudi atau Irak. Proses pemindahan akan dilakukan secepatnya pada Kamis (19/4/2018).

Baca juga: Protes Serangan ISIS, Jasad Korban Penembakan di Pakistan Diarak

Pemerintah telah berupaya memenuhi ketentuan yakni melayangkan pemberitahuan 72 jam sebelum proses pemindahan tahanan.

Serikat Hak-hak Sipil Amerika (ACLU), yang mewakili pria yang ditahan itu, mengatakan bakal meminta pengadilan untuk menolak pemindahan tersebut.

ACLU berpendapat, tersangka belum didakwa melakukan tindakan kriminal dan memiliki hak untuk diproses di bawah undang-undang AS.

"Pemerintah Trump telah menahan warga AS ini secara tidak adil selama lebih dari tujuh bulan dan kini memaksa menyerahkannya ke negara lain. Hal itu akan menjadi pelanggaran terhadap hak konstitusionalnya," kata Pengacara ACLU, Jonathan Hafetz.

"Dia seharusnya didakwa atau dibebaskan, bukan diserahkan ke pemerintah asing yang tak disebutkan," tambahnya.

Tidak dijelaskan alasan pemerintah AS menolak menyerahkan tersangka ke sistem peradilan AS seperti warga negara AS terduga teroris sebelum-sebelumnya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.