Arab Saudi dan Perancis Sepakati Kerja Sama Senilai Rp 247 Trilun

Kompas.com - 12/04/2018, 08:47 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron (tengah) dan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (kanan) berpose di sebelah Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, saat makan malam resmi di Istana Elysee di Paris, Perancis, Selasa (10/4/2018). (Istana Kerajaan Saudi via AFP) Presiden Perancis Emmanuel Macron (tengah) dan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (kanan) berpose di sebelah Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, saat makan malam resmi di Istana Elysee di Paris, Perancis, Selasa (10/4/2018). (Istana Kerajaan Saudi via AFP)

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi dan Perancis menandatangani 20 kesepakatan ekonomi dengan nilai lebih dari 18 miliar dollar AS atau Rp 247,7 triliun.

Dilansir dari Middle East Monitor yang mengutip laporan Al Arabiya TV , Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memang tengah melakukan tur bisnis di Perancis, usai berkunjung ke Amerika Serikat.

Namun, Al Arabiya tidak merinci kesepakatan apa saja yang disetujui oleh kedua belah pihak. Sementara, Reuters melaporkan, kemungkinan besar kerja sama itu termasuk pembelian peralatan militer.

Perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco, sebelumnya juga mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan minyak Perancis, seperti Total, Technip, dan Suez.

Dalam konferensi pers dengan Pangeran Mohammed, Presiden Perancis Emmanuel Macron membela kebijakan penjualan senjata ke koalisi Saudi yang berperang di Yaman.

Baca juga : Usai Kunjungi AS, Tur Bisnis Putra Mahkota Saudi Berlanjut di Perancis

Selain itu, dia mengaku turut prihatin dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Yaman akibat perang, dan merencanakan untuk menggelar pertemuan puncak guna membahas tersebut sebelum musim panas.

Macron mendapat tekanan kuat dari global untuk menarik dukungan persenjataan militer kepada Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), yang memimpin koalisi melawan kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran.

"Sejak konflik di Yaman dimulai, Perancis telah mengadopsi proses yang sangat spesifik, di mana semua penjualan perlengkapan militer dianalisa per kasus dan berdasarkan kriteria untuk tetap mencerminkan penghormatan terhadap hukum internasioal dan risiko membahayakan warga sipil," kata Macron.

Perancis merupakan eksportir senjata terbesar ketiga di dunia, dengan Saudi dan UEA menjadi pembeli terbanyak.

"Posisi Perancis jelas, dukungan penuh untuk keamanan Arab Saudi, mengecam aktivitas balistik dari Houthi, bersedia untuk menemukan solusi politik untuk konflik dan kebutuhan kemanusiaan bagi penduduk sipil," ucapnya.

Konflik di Yaman telah membunuh lebih dari 10.000 orang dan memaksa tiga juta penduduk mengungsi. Sementara, tanda-tanda solusi diplomatik untuk meredakan krisis belum terlihat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X