Presiden Perancis Diminta Bujuk Putra Mahkota Saudi Soal Krisis Yaman

Kompas.com - 04/04/2018, 22:17 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron AFPPresiden Prancis Emmanuel Macron

PARIS, KOMPAS.com - Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman akan melanjutkan tur kunjungan dari AS ke Perancis. Presiden Emmanuel Macron disebut bakal menemani putra mahkota Saudi selama tiga hari.

Sejumlah organisasi hak asasi internasional pun memandang kunjungan itu sebagai kesempatan bagi Presiden Macron untuk berbicara panjang lebar dengan Pangeran MbS.

Sepuluh organisasi hak asasi internasional, di antaranya Human Rights Watch (HRW), Amnesty International, dan Federasi Internasional Hak Asasi Manusia mendesak kepada Presiden Macron untuk membujuk putra mahkota Saudi terkait pemboman terhadap Yaman.

"Presiden Macron harus menempatkan Yaman di tengah-tengah diskusinya dengan Mohammed bin Salman selama kunjungannya di Perancis," bunyi pernyataan bersama organisasi hak asasi internasional, Rabu (4/4/2018).

Baca juga: Bantu Korban Perang di Yaman, Saudi Beri Cek Rp 12,7 Triliun ke PBB

Sebagai putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman bisa disebut sebagai pemimpin de facto Kerajaan Arab Saudi.

Sementara Arab Saudi bersama koalisinya telah melakukan kampanye pemboman terhadap wilayah Yaman sejak 2015, kaitannya dengan perang sipil di negara itu.

Namun tindakan yang diambil koalisi yang pimpinan Arab Saudi disebut telah menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk oleh PBB dengan 22,5 juta warga membutuhkan bantuan.

"Kami menyerukan diakhirinya pemboman yang menargetkan sipil dan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional."

"Kami juga menyerukan pengangkatan permanen dan tanpa syarat terhadap pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan dan barang-barang komersial ke Yaman," tambah pernyataan tersebut.

Dewan Keamanan PBB pada bulan lalu telah memperingatkan akan kondisi di Yaman yang semakin memburuk dan memiliki dampak yang dapat merusak kehidupan warga sipil.

Baca juga: Pasukan Saudi Halau 7 Rudal Pemberontak Yaman

Sementara Amnesty International mengaku telah mendokumentasikan puluhan operasi militer koalisi pimpinan Saudi yang dapat menjadi kejahatan perang karena mengakibatkan kematian lebih dari 500 warga sipil Yaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X