Kompas.com - 26/03/2018, 08:46 WIB
Foto ini diambil dari video infra merah yang disiarkan stasiun televisi Al-Masirah. Dalam foto ini terlihat detik-detik misil milik pemberontak Houthi (bawah) akan menghantam jet tempur F-15 milik Arab Saudi. Al-Masirah/MirrorFoto ini diambil dari video infra merah yang disiarkan stasiun televisi Al-Masirah. Dalam foto ini terlihat detik-detik misil milik pemberontak Houthi (bawah) akan menghantam jet tempur F-15 milik Arab Saudi.

RIYADH, KOMPAS.com - Pasukan Arab Saudi mengklaim telah menghalau tujuh rudal milik pemberontak Yaman, yang masuk ke wilayah kerajaan itu, termasuk di Riyadh, Minggu (25/3/2018).

Seorang warga Mesir tewas dan dua orang senegaranya terluka akibat terkena pecahan peluru yang jaruh di Riyadh. Penduduk juga melaporkan, telah mendengar ledakan keras dan kilatan terang di langit sebelum tengah malam.

Pemberontak Houthi di Yaman menembakkan tiga rudal ke Riyadh, dan empat lainnya ke kota-kota di sebelah selatan, Khamis Mushait, Jizan, dan Najran.

Baca juga : Pasukan Pemerintah Yaman Klaim Bakal Menang Lawan Houthi

Koalisi Saudi menyebut, rudal tersebut ditembakan ke wilayah yang penuh dengan penduduk.

"Tindakan agresif dan tidak bersahabat oleh kelompok Houthi yang didukung Iran ini membuktikan, Iran terus mendukung kelompok bersenjata dengan kemampuan militer," kata juru bicara koalisi Saudi Turki Al Malki.

"Penembakan beberapa rudal balistik ke arah kota merupakan perkembangan yang serius," ucapnya.

Saluran televisi Al Masira yang dikelola Houthi, seperti dilansir dari AFP, mengklaim para pemberontak telah menargetkan Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh dengan menggunakan misil Burkan H2.

Selain itu, mereka telah menembakan rudal ke bandara lainnya di selatan kerajaan.

Serangan tersebut terjadi, setelah kementerian pertahanan Amerika Serikat pada pekan lalu mendesak Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman untuk bertindak untuk mengakhiri konflik di Yaman.

Baca juga : Houthi Dilaporkan Menahan Bantuan Kemanusiaan ke Rakyat Yaman

Pemberontak Houthi telah menembakan banyak rudal ke Saudi sejak tahun lalu, yang seluruhnya diklaim berhasil dihalau oleh pasukan Saudi.

Sebelumnya, pada 4 November 2017, kelompok pemberontak Yaman menargetkan bandara internasional Riyadh, yang kemudian memicu pengetatan blokade oleh Saudi sehingga warga mengalami kelaparan.

Serangan lain terjadi pada 19 Desember 2017 yang menargetkan istana Yamamah di Riyadh, kediaman resmi Raja Salman.



Sumber CNBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X