Kompas.com - 22/03/2018, 16:08 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan pembelaan atas kabar dirinya mengucapkan selamat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebelumnya Selasa (20/3/2018), Trump dilaporkan mengucapkan selamat atas kemenangan Putin di Pilpres Rusia Minggu (18/3/2018) melalui telepon.

Gedung Putih kemudian mengonfirmasi kabar tersebut, dan menambahkan bahwa Trump tidak menyebut soal kasus Salisbury kepada Putin.

Salisbury adalah daerah di mana mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia, ditemukan dalam keadaan pingsan (4/3/2018).

Baca juga : Putin Menangi Pilpres Rusia, Trump Ucapkan Selamat Lewat Telepon

Dalam tubuh keduanya, polisi menemukan Novichok, racun saraf paling mematikan yang dibuat di era Uni Soviet pada 1970-an.

Sontak, kabar tersebut langsung membuat Senator asal Partai Republican John McCain langsung mengecam pemimpin 71 tahun tersebut.

Dalam pandangan McCain, Presiden AS seharusnya tidak perlu memberi ucapan kepada pemimpin seperti Putin yang memenangi pemilihan secara curang.

Diwartakan Sky News Rabu (21/3/2018), malah sempat beredar kabar bahwa Trump tidak menanggapi peringatan dari para penasihatnya.

Diberitakan oleh The Washington Post, dalam sebuah rapat, penasihat Trump sempat memberikan secarik kertas bertulisan "Jangan Memberi Selamat".

Trump menanggapi kritik dan kabar tersebut dengan berkicau di Twitter, menyatakan kalau apa yang dilakukannya tidak keliru.

Trump berkicau, mantan Presiden Barack Obama juga melakukannya ketika Putin menang di pilpres 2012.

Trump menuduh Si Media Pembohong (merujuk ke Washington Post) hanya menginginkan dia agar mengkritik mantan agen KGB (dinas rahasia era Uni Soviet) itu.

"Mereka salah! Bekerja sama dengan Rusia (dan negara lain) adalah hal baik, tidak jahat," beber Trump dalam kicauannya.

Dalam pandangan mantan pembawa acara The Apprentice tersebut, Rusia dan Putin bisa memberi kontribusi dalam masalah Ukraina, Iran, Korea Utara, maupun perlombaan senjata.

Baca juga : Tes Poligraf Sebut Aktris Porno Jujur soal Hubungannya dengan Trump

"Bush (Presiden George Bush) berusaha, Obama dan (Hillary Clinton) berusaha, hasilnya nihil. Kedepankan perdamaian sebagai kekuatan!" tegas Trump.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Sky
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.