Pelaku Penembakan Massal Florida Cabut Pembelaan Tidak Bersalah

Kompas.com - 09/03/2018, 22:33 WIB
Pelaku penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas, Nikolas Cruz, ketika menjalani sidang perdana dari balik tahanan di Fort Lauderdale Kamis (15/2/2018). Cruz menewaskan 17 orang, dan melukai 15 orang lainnya.AP/Susan Stocker Pelaku penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas, Nikolas Cruz, ketika menjalani sidang perdana dari balik tahanan di Fort Lauderdale Kamis (15/2/2018). Cruz menewaskan 17 orang, dan melukai 15 orang lainnya.

PARKLAND, KOMPAS.com - Pelaku penembakan massal SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, Nikolas Cruz, dilaporkan mencabut berkas pembelaannya.

Pernyataan tersebut diumumkan oleh asisten pengacara Cruz, Melisa McNeill, dalam dokumen yang diberikan ke Pengadilan Broward County.

Diberitakan oleh New York Post Jumat (9/3/2018), dalam suratnya, McNeill menilai pembelaan yang diajukan terlalu prematur.

"Klien kami bersikap diam selama masa persidangan. Itu yang membuat kami memutuskan untuk menarik berkas pembelaan tidak bersalah," kata McNeill.

Pengacara yang membela kasus Cruz, Howard Finkelstein berujar, dia yang meminta Cruz untuk tetap diam selama sidang.

Baca juga : Ketika Tweet Trump Pancing Amarah Korban Penembakan Massal Florida

Dengan 17 dakwaan melakukan pembunuhan berencana, remaja berusia 19 tahun tersebut terancam mendapat hukuman mati.

Harapannya jika Cruz tetap diam, pengadilan bakal menjatuhkan vonis seumur hidup untuk 34 dakwaan tanpa adanya pembebasan bersyarat.

"Jujur saja, memberikan argumentasi 'tidak bersalah' terasa janggal dalam kasus ini. Pengadilan ini juga bakal semakin menyakiti keluarga korban," kata Finkelstein.

Sebelumnya, Cruz menyerang SMA Marjory, yang notabene merupakan bekas sekolahnya, pada 14 Februari lalu menggunakan senapan semi-otomatis AR-15.

Aksi Cruz yang sempat mengikuti pelatihan paramiliter tersebut membuat 17 orang murid dan guru tewas, serta melukai 15 orang lainnya.

Sebelum serangan terjadi, sejak 2017, Biro Penyelidikan Federal (FBI) maupun Sheriff Broward County mengaku telah mendapat pesan.

Pesan itu merupakan peringatan akan adanya kemungkinan Cruz bakal melakukan serangan ke SMA Marjory.

Karena serangan yang dilakukan Cruz, muncul desakan agar Washington menerbitkan aturan yang membatasi adanya senapan serbu.

Sejauh ini, Presiden Donald Trump baru mengumumkan bakal melarang piranti modifikasi senjata bernama bump stock, yang mengubah senjata semi-otomatis menjadi otomatis.

Baca juga : Pelaku Penembakan Sekolah di Florida Dijerat 17 Dakwaan Pembunuhan



Close Ads X