Kompas.com - 02/03/2018, 23:24 WIB
Tentara Yunani berbaris saat mengikuti parade militer di Thessaloniki, pada 2014. AFP/SAKIS MITROLIDISTentara Yunani berbaris saat mengikuti parade militer di Thessaloniki, pada 2014.

ANKARA, KOMPAS.com - Pengadilan Turki pada Jumat (2/3/2018) memerintahkan penahanan terhadap dua tentara Yunani yang dituduh melakukan spionase. Kedua tentara tersebut ditangkap saat berusaha memasuki perbatasan secara ilegal.

Penahanan tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan baru antara kedua negara.

Dilansir dari kantor berita Anadolu, pemerintah Yunani menyebut kedua tentaranya tersebut telah kehilangan arah saat berpatroli di perbatasan di tepi timur laut dan tak sengaja memasuki wilayah Turki.

Meski demikian, Pengadilan Turki di provinsi barat Edirne tetap memerintahkan penahanan dan menjatuhkan tuduhan percobaan spionase militer, serta tuduhan memasuki wilayah militer terlarang.

Baca juga: Aksi Demonstrasi di Yunani Tuntut Macedonia Ubah Nama

Tuduhan melakukan tindakan mata-mata tersebut diperkuat pernyataan kedua tentara itu kepada jaksa yang mengatakan mereka telah mengambil gambar melalui telepon genggam dan mengirimkannya ke pejabat militer senior di Yunani.

Hal itu bertentangan dengan pernyataan Yunani yang mengatakan kedua tentaranya hilang arah saat berpatroili di sekitar sungai Evros yang memisahkan kedua negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak ada perlawanan yang terjadi dan (kedua tentara) kini berada di Edirne. Keduanya dalam kondisi sehat," kata juru bicara komando militer Yunani, Nikolaos Fanios kepada AFP.

Sementara juru bicara pemerintah Yunani, Dimitris Tzanakopoulos sebelumnya mengatakan bahwa kasus yang terjadi hanyalah masuk secara ilegal dan bukan spionase.

"Kami berharap kedua tentara kami dapat segera kembali," kata Tzanakopoulos dalam pernyataannya.

Baca juga: Penjaga Pantai Yunani Tembaki Kapal Barang Turki, Ankara Mengecam

Pemerintah Turki dan Yunani telah berada dalam ketegangan selama berabad-abad saling memperjuangan supremasi di wilayah Aegea. Selama beberapa dekade terakhir sempat terjadi ketegangan yang membawa keduanya nyaris berperang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.