Aksi Demonstrasi di Yunani Tuntut Macedonia Ubah Nama

Kompas.com - 22/01/2018, 09:03 WIB
Puluhan ribu warga Yunani menuntun pergantian nama negara Macedonia. Mereka berkumpul di depan patung Alexander Agung di Tesalonika, Yunani, Minggu (21/1/2018). (Sky News) Puluhan ribu warga Yunani menuntun pergantian nama negara Macedonia. Mereka berkumpul di depan patung Alexander Agung di Tesalonika, Yunani, Minggu (21/1/2018). (Sky News)
|
EditorVeronika Yasinta


TESALONIKA, KOMPAS.com - Puluhan ribu warga Yunani berkumpul di sebelah utara kota Tesalonika, Minggu (21/1/2018), meminta negara Macedonia untuk mengubah namanya.

Alasannya, nama Macedonia juga merupakan nama provinsi di Yunani. Tesalonika adalah ibu kota provinsi Macedonia, di Yunani.

Warga Yunani merasa penggunaan nama Macedonia merampas warisan mereka dan menyiratkan klaim teritorial atas provinsi mereka.

Polisi menyebutkan lebih dari 90.000 demonstran bergabung dalam aksi tersebut.

"Macedonia adalah bahasa Yunani dan hal ini tidak dapat dinegosiasikan," kata salah satu demonstran, Dimitris Triantafillidis.

Baca juga : Warga Kota di Macedonia Raup Ribuan Euro dari Berita Hoax

Aksi protes kemarin digelar di depan patung Alexander Agung, penguasa paling terkenal dari kerajaan kuno Yunani. Namun, tidak ada pejabat publik yang menjadi orator dalam aksi tersebut.

Salah satu tokoh yang ikut dan sekaligus menjadi orator adalah Fragoulis Frangos, seorang pensiunan jenderal dan mantan kepala staf Angkatan Darat Yunani.

Beberapa anggota parlemen setempat hadir, bersama dengan uskup, dan kelompok nasionalis garis keras.

"Kami memperkirakan ada 400.000 orang yang berkumpul. Sangat mengesankan," kata panitia aksi massa, Anastasios Porgialidis.

Baca juga : Kisah Cinta Pengungsi Irak dan Penjaga Perbatasan Macedonia

Perselisihan antara provinsi Macedonia di Yunani dan negara Macedonia sudah berlangsung selama 27 tahun. Pada 1991, Macedonia mendeklarasikan kemerdekaan setelah berpisah dari Yugoslavia.

Sejak saat itu, Yunani telah menentang penggunaan nama Macedonia. Mereka menyebut wilayah Macedonia di Yunani telah dipakai sejak Alexander Agung memerintah dari tahun 336 SM.

Sementara itu, Macedonia hadir dalam organisasi internasional dengan nama The Former Yugoslav Republic of Macedonia atau Republik Macedonia Bekas Yugoslavia. Di PBB, namanya ditempatkan dengan huruf depan 'T', tepat di bawah Thailand.

PBB masih menunggu resolusi mengenai persengketaan penamaan dengan Yunani. Di sisi lain, Yunani juga memveto keinginan Makedonia untuk bergabung dengan NATO pada 2008.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X