Kompas.com - 28/02/2018, 17:51 WIB
Penasihat senior Presiden AS, Jared Kushner. NICHOLAS KAMM / AFP Penasihat senior Presiden AS, Jared Kushner.
|

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, dikabarkan kehilangan akses untuk mendapatkan informasi intelijen tingkat tinggi.

Kushner tidak lagi memiliki akses mengikuti pengarahan harian untuk presiden, sebuah laporan intelijen dengan kerahasiaan tinggi yang diserahkan kepada Presiden Trump setiap pagi.

Akses Kushner diturunkan dan kini hanya bisa mendapatkan informasi "rahasia" dan bukan yang berstatus "amat rahasia".

Padahal informasi "amat rahasia" bisa berisi banyak hal termasuk operasi-operasi rahasia CIA dan informasi yang diterima dri badan intelijen asing.

Baca juga : China Undang Ivanka Trump dan Jared Kushner untuk Berkunjung

Keputusan untuk menurunkan akses Kushner itu diambil kepala staf Gedung Putih John Kelly untuk meningkatkan disiplin dalam mengakses informasi rahasia.

Selama setahun terakhir, Kushner bekerja dengan akses keamanan sementara karena akses permanennya belum mendapatkan persetujuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein kabarnya belum lama ini menyampaikan informasi baru kepada penasihat Gedung Putih Don McGahn.

Informasi itu diperkirakan membuat proses aplikasi untuk akses keamanan permanen untuk Kushner semakin lambat. Sejauh ini, isi informasi tersebut tidak diketahui.

Pekan lalu John Kelly mengatakan, dia telah memperketat akses bagi pejabat Gedung Putih yang bekerja dengan menggunakan akses keamanan sementara.

Langkah itu diambil setelah Rob Porter, staf sekretariat Gedung Putih, diketahui bekerja dengan menggunakan akses temporer meski di tengah tuduhan melakukan kekerasan terhadap dua mantan istrinya.

Insiden itu memicu terungkapnya fakta bahwa banyak staf senior Gedung Putih, termasuk Kushner, yang bekerja tanpa akses keamanan permanen.

Baca juga : Buka Surat Berisi Bubuk Putih, Menantu Trump Dibawa ke Rumah Sakit

Sebenarnya, Trump bisa memberikan akses keamanan permanen bagi Kushner, tetapi pekan lalu dia memutuskan hal tersebut menjadi wewenang Kelly.

"Saya akan membiarkan Jenderal Kelly membuat keputusan. Saya yakin dia akan membuat keputusan yang tepat," ujar Trump.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.