Kompas.com - 23/02/2018, 17:36 WIB
Foto dokumen yang diambil pada Februari 2016 menunjukkan gedung yang digunakan sebagai kantor Asosiasi Umum Warga Korea Utara atau Chongryon di Tokyo, Jepang. AFP/KAZUHIRO NOGIFoto dokumen yang diambil pada Februari 2016 menunjukkan gedung yang digunakan sebagai kantor Asosiasi Umum Warga Korea Utara atau Chongryon di Tokyo, Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com - Kepolisian Tokyo pada Jumat (23/2/2018) menangkap dua orang yang diduga merupakan anggota kelompok sayap kanan. Kedua orang itu ditangkap setelah melepaskan tembakan ke arah sebuah gedung kedutaan de facto untuk Korea Utara.

Kedua orang tersebut, Satoshi Katsurada (56) dan Yoshinori Kawamura (46) ditangkap sekitar pukul 3.50 dini hari waktu setempat.

Keduanya diduga menggunakan "semacam" senjata untuk melepaskan tembakan dari dalam kendaraan ke arah pintu gerbang gedung yang digunakan komunitas warga Korea Utara di Jepang.

Setelah melepaskan tembakan keduanya turun dari kendaraan dan ditahan.

Baca juga: Jepang Protes Korea Gunakan Bendera Persatuan, Ada Apa?

"Kedua  pelaku langsung ditangkap di lokasi sesaat setelah kejadian," kata juru bicara kepolisian metropolitan Tokyo kepada AFP.

Tidak ada korban yang terluka akibat aksi serangan tersebut. Kerusakan yang ditimbulkan juga hanya pada pintu gerbang gedung Asosiasi Umum Warga Korea atau Chongryon itu.

Namun insiden kekerasan senjata terbilang jarang terjadi di negara dengan aturan kontrol senjata dan keamanan jalan yang ketat itu.

Insiden penyerangan diduga terkait dengan upaya Korea Utara yang ingin mendapatkan perhatian media global melalui keikutsertaan mereka di Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.

Dilaporkan media lokal, kedua pelaku penembakan diketahui memiliki hubungan dengan kelompok pergerakan sayap kanan.

Salah satu pelaku, Katsurada, bahkan diketahui sempat mengikuti aksi unjuk rasa menentang Korea Utara di masa lalu.

Baca juga: Ketika Bendera Korea Utara Berkibar di Pyeongchang, Korea Selatan

Sementara itu, wakil ketua Chongryon, Nam Sung Eu menyebut aksi penyerangan tersebut sebagai sebuah teror yang tercela.

Dia menyebut terjadinya insiden tersebut turut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Jepang yang "bermusuhan" dengan Korea Utara, menimbulkan kebencian terhadap warga Korea Utara di negara itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.