Kompas.com - 06/02/2018, 23:56 WIB
Foto yang menunjukkan orang-orang Yahudi asal Aljazair. Pemerintah Jerman telah secara resmi mengakui para Yahudi yang menjadi korban kekejaman sekutu Nazi di Aljazir. Getty Images via The New ArabFoto yang menunjukkan orang-orang Yahudi asal Aljazair. Pemerintah Jerman telah secara resmi mengakui para Yahudi yang menjadi korban kekejaman sekutu Nazi di Aljazir.
|
EditorAgni Vidya Perdana

 

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman tengah mempersiapkan pemberian kompensasi berupa sejumlah uang bagi sekitar 25.000 korban asal Aljazair yang selamat dari holokaus.

Dilaporkan, Senin (5/2/2018), orang-orang Yahudi asal Aljazair yang menjadi korban kekejaman holokaus kini banyak yang tinggal di Perancis dan Israel.

Atas aksi kekejaman dan penganiayaan yang mereka terima dari tangan rezim Vichy, pemimpin Nazi yang berkuasa di negara-negara Afrika utara selama Perang Dunia II, Pemerintah Jerman bermaksud memberikan kompensasi sekitar 2.500 euro (sekitar Rp 41 juta).

Baca juga: Permohonan Amnesti Eks Bendahara Nazi Ditolak Kejaksaan

"Pemberian kompensasi ini sebagai bentuk pengakuan yang telah lama tertunda bagi orang-orang Yahudi di Aljazair yang telah menderita akibat tindakan anti-Yahudi yang dilakukan sekutu Nazi," kata Greg Schneider, selaku Wakil Presiden Eksekutif Konferensi Klaim Jerman.

"Rezim Vichy telah menjadikan orang-orang ini dibatasi dalam pendidikan, politik, partisipasi dalam masyarakat sipil dan pekerjaan, menghapuskan kewarganegaraan mereka hanya karena mereka orang Yahudi," tambahnya dikutip The New Arab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Schneider menambahkan, pemberian kompensasi berlaku bagi sekitar 25.000 korban kekejaman sekutu Nazi di Aljazair antara Juli 1940 hingga November 1942, yang kini tersebar di seluruh dunia.

"Kami ingin membantu mereka yang selamat. Meskipun besarnya kompensasi tidak akan pernah sebanding dengan penderitaan yang pernah mereka alami, ini menjadi bentuk keadilan yang layak diterima oleh korban yang selamat."

Baca juga: Mima Saina, Wanita Indonesia Pelindung Bayi Yahudi dari Kejaran Nazi

"Pengakuan ini penting dan kami akan terus berjuang sampai setiap orang yang selamat dapat diakui," kata perwakilan Konferensi Klaim Jerman, Ruediger Mahlo.

Pendaftaran untuk klaim akan dibuka oada awal Februari dan penggugat dapat mendaftar satu kali untuk menerima kompensasi sebesar 2.556 euro.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X