Teror ISIS ke Kantor Lembaga Amal di Afghanistan Tewaskan 5 Orang

Kompas.com - 25/01/2018, 10:27 WIB
Pasukan keamanan Afghanistan mengamankan lokasi serangan terhadap kantor amal Save the Children di Jalalabad, Rabu (24/1/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan keamanan Afghanistan mengamankan lokasi serangan terhadap kantor amal Save the Children di Jalalabad, Rabu (24/1/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)
|
EditorVeronika Yasinta


JALALABAD, KOMPAS.com - Sebanyak tiga orang tewas dalam peristiwa ledakan bom mobil dan penyerangan dengan senjata di kantor lembaga amal internasional non-pemerintah, Save the Children, di kota Jalalabad, Afghanistan.

Teror yang terjadi pada Rabu (24/1/2018) pagi itu juga menewaskan dua petugas keamanan dan satu orang penduduk, serta melukai 25 orang lainnya.

Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut via laman kelompok Amaq.

ISIS menyebutkan serangan teror menyasar ke institusi yang berbasis di Inggris dan Swedia.

Baca juga : ISIS Klaim Serangan ke Kantor Lembaga Amal Afghanistan

Laporan dari Al Jazeera, sekitar 47 orang dievakuasi dari bangunan kantor, setelah pasukan keamanan Afghanistan dan penyerang terlibat dalam pertempuran selama lebih dari 8 jam.

Setidaknya, ada dua pelaku penyerangan yang terbunuh. Seorang jurnalis Afghanistan, Humayoon Babur mengatakan penyerangan terjadi di jantung kota Jalalabad.

"Area ini merupakan pusat dari mayoritas gedung pemerintah nasional dan provinsi," katanya.

Save the Children akan menangguhkan misinya di Afghanistan hingga kondisinya kembali stabil dan aman.

"Save the Children mengutuk serangan ini," kata lembaga tersebut.

Baca juga : Kantor Lembaga Amal di Afghanistan Dibom, 11 Orang Terluka

"Kami terkejut dan ngeri dengan kekerasan yang dilakukan terhadap staf kami di Afghanistan yang berdedikasi pada kemanusiaan, berkomitmen memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan jutaan anak di seluruh negeri," tulisnya.

Ketua Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Afghanistan, Monica Zanarelli, mengatakan serangan pada Rabu kemarin sangat keterlaluan.

"Peningkatan kekerasan telah membuat operasi di Afghanistan makin sulit bagi banyak organisasi," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga : Pengepungan Hotel di Afghanistan Berakhir dalam 17 Jam, 18 Orang Tewas

Teror di Jalalabad terjadi selang beberapa hari dari peristiwa penyerangan di Hotel Intercontinental, di Kabul. Sebanyak 18 orang tewas dan 22 lainnya terluka dalam pengepungan selama 17 jam.

Kelompok Taliban mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Pelaku teror telah tewas dalam baku tembak dengan pihak berwenang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X